Cerita Misteri - AKHIR RIWAYAT PENGAMAL ILMU KEBAL

Cerita Misteri - AKHIR RIWAYAT PENGAMAL ILMU KEBAL

Image result for misteri dunia seram



Penulis : EKO HARTONO


Karena miskin dan sering dihina, dia akhirnya menghamba kepada setan untuk mendapatkan kesaktian. Setelah tubuhnya kebal dari terjangan senjata apapun, dia berubah menjadi seorang yang sangat jahat. Bagaimana akhir kisah mistis hidupnya...?
Dunia Seram - Arogansi dan kesewenang-wenangan akan membawa kehancuran. Itulah pelajaran penting dalam kehidupan yang sering dilupakan manusia. Sudah sering terjadi dalam sejarah, orang yang sombong, merasa lebih tinggi derajatnya atau kedudukannya dari orang lain, pada akhirnya justru akan jatuh dalam kehinaan yang paling rendah. Bahkan bisa lebih fatal dari itu, yakni kematian yang sia-sia.
Kenyataan ini pula yang menimpa Margono (bukan nama sebenarnya). Riwayat hidupnya mungkin bisa menjadi cermin bagi kita semua, khususnya mereka yang mendalami ilmu kesaktian dengan dalih perlindungan diri agar terhindar dari tindak kejahatan. Karena apa yang tadinya diniatkan untuk kebaikan bila tidak diiringi dengan sikap perilaku benar justru akan menjerumuskan atau menyesatkan.
Misteri memperoleh cerita tentang riwayat hidup Margono dari salah seorang kerabat dekatnya. Kebetulan Misteri sedang berkunjung ke rumah famili di sebuah pelosok desa di luar kota Solo, Jawa Tengah. Ketika itu, Misteri menemukan seorang laki-laki cukup tua dikurung dalam ruangan mirip sel tahanan dengan kedua tangan dan kaki dirantai. Dia menghabiskan sisa hidupnya di kurungan itu. Makan, minum, dan buang air besar di tempat itu. Lelaki renta yang tak berdaya itu tak lain adalah Margono!
Kenapa dia sampai menjalani hidup seperti binatang atau manusia tak berharga begitu?
"Dia sudah tidak waras, suka merusak, dan mengganggu warga setempat. Padahal dulunya dia orang yang sakti. Tubuhnya kebal dari senjata tajam dan mampu membengkokkan sebatang besi!" Ujar Sasmito, kerabat Margono.
"Kalau dia bisa membengkokkan besi, kenapa dia tidak bisa melarikan diri?" Tanya Misteri.
"Karena dia sudah tidak bisa apa-apa. Semua kesaktian yang dimilikinya telah musnah, bahkan otak warasnya ikut musnah pula!"
"Masya Allah! Bagaimana bisa begitu, Pak?"
"Ceritanya panjang...."
Selanjutnya sang kerabat meriwayatkan perjalanan hidup Margono.
Dia dilahirkan dalam keadaan yatim piatu dan di lingkungan keluarga miskin. Margono tumbuh menjadi anak yang minder dan tertutup. Ayahnya sudah meninggal saat dia masih bayi. Sementara ibunya yang janda kemudian kawin lagi.
Margono yang waktu itu masih berusia lima tahun kemudian diasuh oleh kakek dan neneknya. Margono hanya bisa bersekolah hingga SD karena orangtuanya sudah tidak mampu membiayai.
Sehari-harinya, dia membantu kakeknya menggembala ternak dan menggarap ladang. Dalam pergaulan, Margono sering diejek, dilecehkan, dan direndahkan oleh teman-temannya. Maklumlah, karena tubuhnya paling kurus dan hidupnya miskin.
Dia pun tak melawan jika dipukul oleh temannya. Dia sering dijadikan kacung atau suruhan oleh mereka. Margono menyadari dirinya punya kekurangan dan kelemahan.
Suatu hari Margono mendengar informasi dari temannya tentang orang pintar yang berilmu tinggi. Konon, orang pintar itu mengajarkan ilmu kebal, pengasihan, ilmu tenaga dalam, dan lain sebagainya.
Dia jadi tertarik untuk berguru padanya. Dia lalu meminta ijin pada kakeknya untuk pergi menemui orang pintar itu dan belajar ilmu padanya.
"Untuk apa kamu belajar ilmu seperti itu, Mar?" Ujar kakeknya ingin tahun.
"Untuk membekali diri, Mbah. Biar aku tidak terus direndahkan dan diremehkan orang!" Jawab Margono.
"Ingat, Lek, kalau kamu tidak kuat, kamu nanti bisa gila. Ilmu kesaktian mesti dipelajari dengan laku yang berat. Lagi pula kamu belum tahu, apakah ilmu yang diajarkan orang itu tergolong ilmu hitam atau ilmu putih. Kalau ilmu hitam, sebaiknya kamu urungkan niatmu itu. Nanti justru akan merusak dirimu sendiri!"
Margono tak bergeming. Dia tetap pada niatnya. Meski tanpa restu dari kakeknya, Margono pergi menemui orang pintar yang tinggal di daerah lereng pegunungan. Rumah orang pintar yang bernama Mbah Joyo itu hanya berupa gubuk bambu dan agak terpencil.
Dia hidup sederhana, seperti ingin menjauhi dunia ramai. Namun demikian, ternyata tak sedikit orang yang datang menyambanginya. Terutama pada malam Selasa dan Jum'at Kliwon.
Mbah Joyo sering menjadi perantara bagi orang-orang yang ingin menjalankan laku tirakat pesugihan atau semedi di salah satu goa keramat di lereng pegunugnan itu.
Ketika Margono yang masih muda itu datang mengutarakan maksud kedatangannya, Mbah Joyo malah tertawa terkekeh-kekeh.
"Buat apa kamu ingin punya ilmu kesaktian, bocah ingusan?" Tanyanya.
"Biar saya tidak direndahkan dan diremehkan orang, Mbah. Saya ingin kaya dan punya kedudukan, biar dihormati orang lain!" Jawab Margono.
"Syaratnya berat! Aku yakin, kamu tak sanggup!"
"Saya sanggup, Mbah. Apapun resikonya!"
Karena terus memaksa dan ngotot, akhirnya Mbah Joyo menyanggupinya. Dia lalu meminta Margono tinggal beberapa waktu di tempatnya. Margono harus menjalani beberapa laku dan tirakat untuk memasukkan ilmu gaib itu ke dalam tubuhnya.
Sebelum memasukkan unsur gaib itu ke dalam tubuhnya, Mbah Joyo sempat memberikan keterangan pada Margono, "Aku akan memasukkan kekuatan jin kafir dalam tubuhmu yang akan membuat kamu kebal, tidak mampan senjata tajam, dan mampu membengkokkan sebatang besi. Dengan kelebihan ini kamu bisa mewujudkan keinginanmu. Tapi ingat, ilmu ini harus kamu rawat. Setiap malam Jum'at Kliwon diberi sesaji dan tumbal. Apakah kamu bersedia?"
"Bersedia, Mbah!" Jawab Margono, tegas. Dia merasa tak perlu berpikir ulang lagi untuk menyanggupi persyaratan yang diberikan Mbah Joyo, atau berusaha tahu apa efek samping ilmu itu nantinya.
Begitulah. Setelah menjalankan laku tirakat, ritual, dan merapalkan mantera-mantera, akhirnya Margono dinyatakan berhasil menguasai ilmu yang diberikan Mbah Joyo.
Sebelum keluar dari tempat pengemblengannya dan kembali ke dunia ramai, Margono melakukan ritual menyembelih ayam cemani yang seluruh bulu dan tubuhnya berwarna hitam.Penyembelihan itu mungkin mengandung makna sebagai bentuk pengorbanan atau persembahan.
Margono lalu pulang ke kampung halamannya. Tapi betapa kaget ketika sampai di rumah, dia mendapati kenyataan pahit, kakek yang dicintainya meninggal dunia. Kematian kakeknya pun terkesan misterius dan mendadak. Menurut cerita, orangtua itu diketahui sedang menyabit rumput di tegalan. Entah bagaimana kejadiannya orang-orang sudah menemukan dia dalam keadaan tergeletak di bawah pohon dengan sabit masih menancap di lehernya. Ada kemungkinan dia naik ke atas pohon dan jatuh. Saat terjatuh itu tanpa sengaja sabit yang dipegangnya menancap di leher.
Tapi bagi Margono yang melihatnya seolah tak ada yang aneh. Dia teringat dengan ayam cemani yang disembelih dan diminum darahnya pagi tadi. Sepertinya kematian ayam cemani itu menyerupai kematian kakeknya. Mungkin ini isyarat tumbal seperti yang dikatakan Mbah Joyo. Kematian kakeknya tak lain merupakan tumbal yang menjadi persembahannya.
Hati Margono seperti tercabik-cabik rasanya, tapi dia berusaha menekannya. Dia menepis rasa bersalah. Toh, kakeknya sudah cukup tua dan pantas mati, batinnya menenangkan diri.
Selanjutnya Margono menjalani hidupnya yang baru. Kini dia bukan lagi Margono yang lemah, tak berdaya, dan cengeng. Dia berubah menjadi Margono yang pemberani dan tangguh. Jika ada orang yang meremehkan dan merendahkannya, dia tidak akan tinggal diam. Dia akan menantang orang itu berkelahi, bahkan memintanya untuk memakai senjata tajam sementara dirinya hanya tangan kosong.
Suatu ketika, terjadi perselihan antara Margono dengan sekelompok pemuda desa. Margono langsung menantang perang tanding. Tantangan ini langsung ditanggapi oleg gerombolan pemuda itu. Namun, saat mereka menyerangnya dengan pukulan, tendangan, dan sabetan clurit, Margono diam saja. Dia membiarkan tubuhnya jadi bulan-bulanan. Tapi ajaib, kulit Margono tidak tergores atau terluka sedikitpun. Malah tangan orang-orang yang memukulnya menjadi kesakitan.
Melihat Margono tak mempan dibacok dan ditembus senjata tajam, kontan para pemuda itu merendahkan diri di depan Margono dan memohon ampunan. Margono tertawa penuh kemenangan.
Merasa di atas angin, Margono meminta mereka mencium kakinya dan menjilatinya. Jika tidak mau, dia mengancam akan membunuh mereka. Bak anjing yang setia pada majikannya, mereka pun menurut saja menciumi dan menjilati kaki Margono.
Puas telah berhasil merendahkan orang-orang yang pernah merendahkan dan mengejeknya, Margono lalu memeras dan memanfaatkan mereka. Dia merekrut para pemuda berandalan untuk dijadikan anak buahnya. Mereka dipaksa mencuri, merampok, dan merampas harta benda orang lain.
Sepak terjang Margono sebagai bandit sekaligus pemimpin preman langsung mencuat. Dia sering menebar teror di tengah masyarakat. Bersama dengan para anak buahnya, Margono melakukan berbagai tindak kejahatan.
Uang hasil kejahatan digunakan untuk berfoya-foya, minum-minuman keras, dan main perempuan. Margono sendiri seperti tidak takut dengan perilaku kejahatannya yang bisa membawanya berurusan dengan hukum. Bahkan dengan terang-terangan dia pernah menantang petugas keamanan.
"Aku tidak takut sama polisi! Ayo, mana polisi yang berani menangkap ku? Mana polisi yang berani menembakku?!" Ujarnya dengan nada penuh kesombongan.
Suatu ketika ada petugas polisi sektor setempat yang mendengar ucapan Margono dan merasa tertantang. Dia pun diam-diam ingin meringkus Margono. Kebetulan dia mengetahui tempat Margono dan teman-temannya sering bermain judi serta minum-minuman keras.
Dengan penuh rasa percaya diri, petugas itu menggerebek Margono Cs. sambil menodongkan pistolnya. Tapi Margono tampak tenang saja.
"Ayo, tembak aku kalau berani!" Tantangnya.
Terpancing emosi, polisi itu pun langsung menembak kaki Margono sesuai prosedur. Tapi apa yang terjadi? Bukannya merintih kesakitan atau terjatuh, Margono malah tertawa geli. Dia lalu memperlihatkan bekas tembakan peluru yang ternyata hanya merobek kain celana tanpa menggores kulitnya.
Wajah polilsi itu jadi pucat pasi dan gemetar. Selanjutnya kejadian berbalik, polisi itu yang kemudian dihajar beramai-ramai oleh Margono dan anak buahnya. Dia diancam jika sampai mengganggu geng Margono akan dibunuh.
Begitulah. Para petugas pun ngeri berhadapan dengan gerombolan Margono. Mereka tidak pernah punya bukti untuk mengungkap kejahatan Margono agar bisa menangkapnya. Karena dalam menjalankan aksi kejahatannya, Margono begitu licin dan tak terdeksi.
Meski semua orang tahu bahwa pekerjaan Margono suka merampok dan mencuri, dan semua kekayaan dan rumah mewah yang dimilikinya adalah hasil kejahatan, tapi tak ada yang bisa membuktikan dan menangkap basah perbuatannya. Konon, dalam menjalankan aksinya, Margono menggunakan ajian atau ilmu gaib yang tidak memungkinkan terlihat oleh orang biasa.
Telah banyak orang atau kelompok masyarakat yang menjadi korban kesewenang-wenangan dan kejahatan Margono. Hal ini kemudian memunculkan inisiatif dari seorang tokoh masyarakat untuk meminta bantuan orang pintar. Dia menemui seorang Kyai di luar daerah yang berilmu tinggi. Menurutnya, kejahatan Margono yang dilakukan dengan menggunakan kekuatan ilmu hitam hanya bisa dihentikan dengan kekuatan ilmu putih. Hanya saja, yang menjadi masalah bagaimana melawan kemampuan ilmu kebal yang dimiliki Margono.
"Setiap orang punya kelemahan dan kekurangan pada dirinya. Tidak ada orang yang paling sakti dan ampuh di dunia ini. Yang paling tinggi ilmunya hanyalah Allah SWT. Yang dilakukan orang-orang seperti Margono hanyalah mengandalkan salah satu kemampuannya untuk mengesankan bahwa dirinya sangat kuat dan tak terkalahkan!" Demikian keterangan Pak Kyai.
"Jadi apa yang harus kami lakukan, Pak Kyai?"
"Beri saya waktu untuk meneropong secara batin kekuatan tersembunyi yang dimiliki Margono sekaligus titik kelemahannya!"
Pak Kyai itu lalu melakukan ritual khusus di ruang sembahyangnya. Untuk beberapa lama Pak Kyai bertafakur tanpa ada seorang pun boleh mengganggunya. Setelah selesai dengan ritualnya, beliau kembali keluar menemui tamunya.
"Insya Allah, saya tahu kelemahan dari saudara Margono. Ilmu kebal yang dimilikinya akan sirna bila dipukul dengan daun kelor sambil membacakan doa-doa tertentu!" Ujar Pak Kyai.
"Kami pernah mencoba memukul dengan daun kelor, tapi tak mempan?"
"Dipukul pada tengkuknya, karena disanalah letak simpul syaraf yang menghubungkan antara syaraf otak dan syaraf bagian tubuh!"
"Kalau begitu cepat kita lakukan saja, Pak Kyai, sebelum kejahatan Margono semakin merajela!"
"Sebentar! Kita tidak boleh gegabah dalam mengambil tindakan. Saya tahu, Margono orang jahat dan sesat. Tapi sebelum mengambil tindakan keras padanya, kita perlu mengajaknya secara baik-baik untuk kembali pada jalan lurus. Mudah-mudahan, dengan cara halus kita bisa membawanya kembali pada jalan kebenaran!"
Apa yang dikatakan Pak Kyai benar. Kejahatan tidak harus dilawan dengan kekarasan. Maka, diantar oleh tamunya itu Pak Kyai tersebut menemui Margono. Dengan terus terang Pak Kyai mengutarakan maksud kedatangannya.
"Ingat, Nak Margono. Yang namanya perbuatan jahat kelak akan dihisab oleh Allah SWT dan akan mendapatkan ganjarannya. Sebelum segalanya terlambat, lebih baik Nak Margono tertobat dan kembali ke jalan benar. Insya Allah, jika Nak Margono bertobat nasuha segala dosa-dosa yang lalu akan diampuni Allah. Percayalah!" Demikian ajakan Pak Kyai.
Tapi ajakan kebaikan itu ditampik keras oleh Margono. Bahkan dengan kasar dia mengusir Pak Kyai. Dia mendorong tubuh Pak Kyai agar keluar dari rumahnya. Pak Kyai tak melawan. Hal ini membuat Margono semakin beringas. Dia menghajar Pak Kyai di hadapan orang-orang. Pada saat mendapat kesempatan, Pak Kyai tidak tinggal diam. Dia mengambil ranting daun kelor yang telah dipersiapkan dan membacakan doa-doa.
Sambil mengucapkan Astagfirullah dia lalu menyabetkan ranting daun kelor itu ke tengkuk Margono. Laki-laki bejat itu sempat menjerit kesaktian sebelum kemudian ambruk tak sadarkan diri.
Hampir selama dua hari Margono pingsan. Ketika siuman, keadaannya sudah berubah sertaus delapan puluh derajat. Dia menjadi lupa ingatan dan hilang seluruh kekuatan ilmu kesaktian pada dirinya.
Pak Kyai sudah berusaha meruqiahnya agar bisa dikembalikan dalam keadaan normal, tapi beliau tak sanggup. Jiwa Margono sudah terlanjur rusak oleh perbuatan jin kafir.
Begitulah. Margono akhirnya berubah menjadi tidak waras. Oleh kerabatnya dia diperlihara dan dirawat. Tapi karena sering membahayakan orang lain, dia dikurung seperti binatang. Kabar terakhir yang di dengar, dia sudah meninggal dalam keaadaan gantung diri! Naudzubillahi minzalik !


Credit:Sumber

Cerita Hantu - Kunchi Yang Hilang



Selamat Tengah Malam
Dunia Seram - Nama saya Tina. Saya ingin menceritakan pengalaman saya yang berlaku
pada tahun lepas di salah sebuah tandas di tempat meletak kereta
Kompleks Kargo Changi.

Kisahnya bermula begini... Saya bertugas di Kompleks Kargo Changi.
Saya habis bertugas sekitar jam 11 malam. Seperti biasa, suami saya
akan menjemput saya pulang dengan menunggang motosikalnya. Nak
dijadikan cerita, apabila keluar dari bangunan itu, saya rasa tidak
tahan hendak membuang air kecil. Kerana tidak boleh tahan, suami saya
membawa saya ke tandas berhampiran iaitu di tempat meletak kereta *.

Apabila selesai membuang air kecil, saya dan suami pergi ke motosikal
untuk pulang. Tiba sahaja di depan motosikal, suami saya pun menyeluk
koceknya untuk mengeluarkan kunci motosikal. Tiba-tiba suami saya
tanya sama ada saya ada simpan kunci atau tidak, sebab kunci tidak ada
di dalam kocek suami. Saya memberitahu suami kunci tidak ada pada
saya.

Suami dan saya pun cuba mencari kunci di sekeliling kawasan yang kami
lalui untuk ke tandas. Mana tahu kunci tercicir. Hampir setengah jam
saya dan suami mencari tetapi tidak terjumpa kunci motor. Saya dan
suami rasa tidak sedap kerana bulu roma kami mula meremang dan hairan
macamana kunci di dalam kocek boleh hilang. Lalu suami menyuruh saya
cuba menyeluk kocek seluar suami untuk pastikan kunci motor ada dalam
kocek, tetapi masih juga tiada di dalam kocek suami.

Suami menyuruh saya tenang lalu dia pun membaca surah-surah yang
patut. Selesai sahaja membaca, suami cuba sekali lagi menyeluk
koceknya. Hairannya kunci motosikal itu boleh berada di dalam kocek
suami. Dengan tidak membuang masa, suami menghidupkan enjin motosikal
lalu kami terus beredar dari tempat itu. Kami tidak terus pulang malah
kami berhenti di kedai kopi berhampiran untuk menenangkan hati dan
perasaan.

Semenjak kejadian itu, tidak tahan untuk ke tandas macamanapun, saya
dan suami tidak akan ke tandas itu lagi, kerana kami dapat tahu di
kawasan situ adalah tempat orang-orang India membuang abu orang mati.
Pesugihan Kain Mori Mayat

Pesugihan Kain Mori Mayat

(Oleh: Subur Suseno)




ilustrasi

Dunia Seram - Inilah nasib manusia, hampir tak ada tempat yang tenang untuk berdiam di muka bumi ini. Bahkan sesudah meninggal pun masih saja ada manusia yang usil untuk mengganggunya. Mungkin pembaca masih ingat peristiwa beberapa tahun yang lalu di desa Pelumutan, Purbalingga. Sumanto dengan berani dan nekat mengusik ketenangan mayat nenek Rinah dengan mencuri tubuhnya untuk dimakan. Lain lagi Parman, 40 tahun, (bukan nama sebenarnya), seorang nelayan warga desa Kawunganten, Cilacap. Dia mengusik mayat seseroang dengan maksud hanya untuk mengambil kain morinya sebagai media pesugihan. Parman dengan tega mengabil satu-satunya barang si mayat yang dia bawa ke alam kuburnya, yaitu selembar kain mori.
Sifat nekatnya ini dikarenakan beban hidup yang menghimpit keluarganya. Dia megikuti jalan seperti yang pernah ditempuh oleh temannya yang sekarang menjadi kaya raya. Berkat kenekatan dan keberaniannya, mencuri kain kafan atau mori orang yang mati pada malam Jum’at Kliwon atau Selasa Kliwon, Parman berharap bisa memperoleh apa yang dia inginkan sehingga bisa menjadi kaya raya dan tidak lagi mengontrak rumah mungil di perkampungan nelayan. Ritual ini dianggapnya paling mudah dan sederhana. Karena jika dia berhasil mengambilnya, dia bisa meminta apa saja pada sosok mayat yang diambil morinya itu, sebagai tebusan. Seperti petunjuk Badrun (bukan nama sebenarnya).
“Kenapa harus orang yang mati pada hari Jum’at atau Selasa Kliwon yang digunakan sebagai ritual pesugihan?” Tanya penulis saat itu. Menurutnya, ini sudah menjadi syarat ilmu kejawen dam ritual pesugihan kain mori yang dipercaya sejak dulu.
Berbulan-bulan Parman menunggu dan mengintai orang yang meninggal pada hari tersebut. Tak jarang dia menyelidiki, mencari informasi secara diam-diam hingga ke kampung sebelah. Kalau-kalau ada yang meninggal di hari yang dia harapkan agar bisa digunakan sebagai media ritualnya.
Hingga akhirnya dia menemukan orang meninggal seperti yang diharapkan itu.
“Beruntung sekali aku waktu itu, yang meninggal adalah seorang anak kecil. Sehingga aku bisa dan berani mengambil kain kafannya. Jika saja yang meninggal orang sudah dewasa, mungkin aku tak sanggup untuk mengambilnya. Karena si mayat tidak akan mungkin rela selimutnya (kain penghangat tidurnya) saya ambil. Dia akan mempertahankan kain mori itu sehingga akupun harus berkelahi dengannya di liang kubur,” cerita Parman mengawali kisahnya.
Memang benar, taruhannya nyawa untuk memperoleh dan merebut kain mori yang sedang dipakai oleh si mayat. Diamping harus waspada terhadap orang lain agar tidak diketahui, juga harus mati-matian dalam proses pengambilannya. Ketika menggali kuburan, tidak boleh menggunakan bantuan peralatan apapun. Jadi harus menggunakan kedua tangan. Hal inilah yang harus diperhatikan, agar ritual tidak sia-sia.
Kemudian setelah membuka tali pengikat mori, kita harus secepatnya untuk menarik kain mori tersebut menggunakan gigi. Seberapa pun yang kita dapatkan itulah yang harus kita bawa pulang sebagai media pesugihan. Jadi kita tidak boleh mengambilnya berulang-ulang kali, cukup sekenanya saja. Beruntung jika kita bisa mendapatkan yang cukup lebar sehingga kita bisa semakin kaya.
Menurut Parman jika sang mayat sudah nampak (kelihatan), disinilah kita harus berhati-hati. Karena si mayat akan cepat menyerang kita dan memperthankan kain mori yang digunakan untuk selimut baginya. Percaya atau tidak, setiap orang yang haus akan harta, dan melakukan ritual ini, pasti dia akan berkelahi dengan jasad orang tersebut. Dimana jasad mayat itu mungkin saja telah disusupi oleh roh jahat, sehingga tenaga diapun begitu kuat
“Aku benar-benar tak menyangka kalau mayat itu memiliki tenaga yang berlipat ganda.  Jauh lebih besar dari tenaga manusia pada umumnya. Walaupun yang aku ambil kain mori milik anak kecil, tapi tenaga dia seperti orang dewasa. Apalagi jika yang meninggal adalah orang dewasa, sudah pasti aku tak mampu untuk mengambilnya. Pantas saja banyak orang yang tak sanggup dan gagal melakukan ritual ini,” tuturnya kepada penulis.
Jika dia kalah dalam bertarung melawan si mayat, dia kan babak belur bahkan tak jarang dia mengalami cacat tubuh akibat dipukuli oleh mayat dalam liang kubur. Parman saja mengalami luka memar dan biru-biru di sekujur tubuhnya. Oleh karena itu, tak jarang orang yang punya niat mengambil kaim mori milik mayat hanya mendapatkan luka babak belur, tanpa membawa hasil apapun
“Yang jadi masalah, kita harus konsentrasi bagaimana secepatnya bisa mengambil kain mori itu dan melepaskan diri dari dalam liang lahat. Jadi kita sama sekali tak bisa untuk melawannya,” uangkapannya kemudian.
Cerita Parman bisa dimaklumi, disamping menahan takut, dia juga harus menahan pukulan dari si mayat tersebut. Hal ini berlangsung cukup lama, mengingat dalam penggalian serta cara mengambil mori itu hanya menggunakan tangan dan mulut. Karena menurut kepercayaan tak diperbolehkan menggunakan peralatan. Jika telah mendapat kain mori itu, keberhasilan hidup dimasa depan boleh dikatakan sudah di depan mata. Karena menurut Parman, kita bisa meminta apa saja nantinya pada si mayat yang telah kita ambil kain morinya itu. Bagaimana cara mengguankan kain mori yang telah diambilnya dari kuburan, sebagai sarana ritual pesugihan itu? Berikut cerita Parman membeberkan kepada penulis.
“Jika kita sudah mendapatkan mori mayat, sesampainya di rumah langsung kita simpan saja sementara di dalam almari menunggu waktu yang tepat untuk memulainya. Tapi jangan sampai di cuci. Cara menggunakannnya cukup mudah, kain mori tersebut kita jadikan sumbu lampu (templok). Tepat pada jam duabelas, malam Jum’at atau Selasa Kliwon. Dengan sedikit ritual dan mantra tertentu, lalu kita dulut (bakar). Setelah sumbu lampu itu menyala, asap dari sumbu mori itu akan membumbung. Dengan ketajaman si mayat, dia akan mencium di mana selimutnya berada. Sehingga bisa kita pastikan mayat pemilik kain mori tersebut akan muncul mendatangai rumah kita. Dia akan terus memutari rumah kita untuk meminta yang dia sebut selimutnya itu,” papar Parman.
Menurutnya pula, mayat itu akan merengek dan menangis meminta kepada kita. Nah, disaat inilah Parman akan mempermainkan dan memperdayainya untuk kepentingannya, yaitu dengan meminta segala sesuatu yang diinginkannya. Walaupun menurutnya pula, dia selalu merasa berdosa dan tak tega mendengar suara ratapannya itu.
“Waktu pertama saya mencobanya, saya merinding, bahkan ikut menangis. Tapi demi urusan perut dan masa depan keluargaku, ritual tersebut terpaksa aku teruskan. “Menurut Parman, saat dia menyobek kain mori untuk dijadikannya sumbu, ada perasaan lain yang dia rasakan. Perasaa itu semakin santer saat sumbu kain mori mulai disulut di dalam kamarnya. Lalu menyala dan mengeluarkan asap mengepul, memenuhi ruangan. Tiba-tiba dari arah jendela kamar, ada suara ketukan yang dibarengi dengan sebuah tangisan yang menyayat, serta permintaan tolong dari anak kecil.
“Tolong Pak…………….., kembalikan selimutku! Aku kedinginan. Kembalikan selimut satu-satunya miliku yang kamu ambil itu pak. Aku membutuhkannya…… jangan kau ambil miliku itu Pak! Berikan. Aku membutuhkannya……………” suara anak kecil yang berada di luar jendela itu. Parman tahu persis, kalau itu adalah suara sosok mayat yang diambil kain morinya itu. Dia terus memohon sambil menangis.
“Selimutmu akan aku kembalikan padamu, tapi nanti jika aku sudah memiliki rumah sendiri yang bagus. Makanya kamu bantu aku agar aku memiliki rumah bagus sehingga selimutmu segera aku kembalikan.” Janji Parman kepada sosok di luar.
Tak lama suara itu hilang, entah kemana dan Parman langsung mematikan lampu templok tersebut. Aneh tapi benar adanya. Tak begitu lama, Parman mendapatkan ikan saat melaut yang tak masuk akal dalam sepanjang sejarah dia menjadi nelayan. Dia mendapatkan tangkapan yang luar biasa banyaknya. Hal ini berlangsung hampir tiga bulan lamanya. Sehingga pada akhir bulan ketiga, dia benar-benar bisa memiliki rumah sendiri yang bagus. Parman tak mau berhenti hanya di situ. Malam Jum’at Kliwon berikutnya, kembali dia menyulut sumbu kain mori itu lagi. Sehingga kejadian seperti dulupun terulang lagi
“Tolong Pak…………., selimutku kembalikan, aku benar-benar. Aku tak tahan lagi aku tak kuat pak, bantu aku kembalikan selimut itu padaku,” rengeknya lagi. Parmanpun kembali menjanjikannya lagi.
“Kalau kamu ingin aku bantu, kamu juga harus membantuku. Aku menginginkan motor baru, jika kamu bisa membantu, nanti selimutmu akan aku kembalikan,” jawabnya lagi. Kembali suara itu hilang seperti terbawa angin malam Jum’at Kliwon saat itu. Benar-benar luar biasa, entah uang dari mana tapi yang jelas rezeki Parman terus mengalir, sehingga dia benar-benar bisa membeli sebuah sepeda motor baru.
Kini Parman semakin percaya akan keampuhan sumbu kain kafan seperti yang diceritakan Badrun. Pantas Badrun semakin kaya saja. Rupanya jika menginginkan sesuatu dia tinggal menyulut sumbu mori. Lalu empunya akan datang untuk memberinya apa yang dia inginkan, pikir Parman dalam hati. Kehidupan Parman benar-benar berubah drastis. Dia menjadi seorang yang kaya dan terpandang di kampungnya. Parman tak berpikir lagi tentang penderitaan mayat yang dicuri kain kafannya. Termasuk keluarga si mayat yang masih hidup yang tak rela kuburan anaknya di bongkar dan di rusak.
Parman malah semakin serakah dengan tipu muslihatnya memperdaya sukma orang yang mati. Roh yang seharusnya telah tenang di alam sana, masih dia usik kedamaiannya. Bahkan dimintai seabreg urusan duniawi yang ujung-ujungnya hanyalah tipu muslihat Parmana. Selama sumbu kain mori mayat itu masih ada, Parman masih terus bisa memperdaya makhluk halus itu. Dia sendiri tak tahu kapan sumbu itu akan habis sebagai sarana pesugihannya. Bahkan mungkin untuk kesekian puluh kalinya dia menginginkan sesuatu yang benar-benar dramatis. Dia berjanji kepada arwah anak kecil itu, untuk yang terakhir kalinya, kalau dia akan mengembalikan selimutnya jika dirinya telah memiliki sebuah kapal penangkap ikan sendiri, tidak menyewa kepada Bandar ikan lagi.
“Ingat pak, ini adalah janjimu yang terakhir kalinya. Aku juga sudah lelah dijanjikan terus menerus. Aku hanya ingin kamu menepati janji itu.” Ucap sosok bocah dari alam gaib itu sembari pergi.
Aneh bin ajaib, selang beberapa bulan, Parman pun bisa memiliki kapal penangkap ikan sendiri. Hasil lelang dari Bandar kaya di daerahnya. Kini tempat pelelangan ikan, benar-benar seperti telah dikuasainya. Tapi sayang, sifat serakah orang tak pernah hilang dari hatinya. Parman masih menginginkan beberapa bidang tambak di pinggiran teluk.
Malam Jum’at Kliwon kurang tiga hari lagi. Niat hati ingin membakar sumbu pesugihan itu, tapi sayang kapal ikannya justru tenggelam akibat badai dan ombak yang ganas dan tak bisa terselamatkan lagi. Tak hanya itu, rumah Parman beserta perabotannya terbakar habis saat kompor gas yang sedang dipakai memaksa istrinya meledak. Parman benar-benar kecewa, bahkan stress. Kini dia kembali lagi menjadi orang miskin yang hidup menumpang pada orang lain. Dia juga kembali menjadi nelayan buruh pada seseorang
“Percayalah Mas, tak pernah ada untungnya kita mendzalimi orang lain, apalagi orang yang sudah mati. Biarkan mereka tenang dan damai di sisi-Nya. Jangan sekali-kali pengalamanku ini dicontoh orang lagi. Ini hanya untuk mengambil hikmahnya saja bahwa segala sesuatu akan kembali kepada asalnya. Dan semua sudah ditakdirkan serta digariskan oleh-Nya,” tutur Parman yang kini benar-benar telah insaf. Dia merasa selalu dihantui oleh mayat yang dicuri kain kafannya itu.
Dimuat di Majalah Misteri Edisi #497 20 Sep- 04 Okt 2010

Credit:Sumber
Doa ismul a`dzam

Doa ismul a`dzam

Doa ismul a`dzam (Aplikasi Doa IA didalam rawatan sihir,saka,gangguan dan lain lain)


MUlakan dengan nama Allah ...

Setiap perbuatan yang di mulakan dengan Bismillah :-

بسم الله


( Dengan Menyebut Nama Allah)

Bacalah Ketika memulai segala perkara yang penting dan Bermanfaat :-

Khasiat-Khasiatnya yang telah teruji dan bermanfaat :

1. Di jaga dari syaitan , sehingga ia tidak ikut makan dan menginap bersama orang yang membacanya (19)

2. Menyempurnakan Keberkahan sesuatu urusan (20)

3. Dijaga dari syaitan dan Basmalah itu menjadi tutupan dari pandangan syaitan , sehingga ia tidak akan bisa membahayakan orang yang membacanya (21)


-------------------------------------------------------------

(19) HR.Muslim (no 2018)
(20) Di sohehkan oleh sekelompo ulama , di antaranya Ibnush Shalah dan An Nawawi dan al Adzkaar. Syeikh yang mulia Ibnu Baaz mengatakan bahwa hadits ini hassan denga didukung oleh hadits-hadits yang lain( yg semakna denganya )
(21) HR.AtTirmidzi. Dishahhkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiih a-Tirmidzi (no.496)

Wallah hualam


DOA ISMUL ADZAM (IA)

Apabila ingin berdoa atau sesuatu hajat

Mulakan dengan Bismillah .




بسم الله

يا الله
يا ارحم الراحمين
يا حنان يا منان
يا حي يا قيوم
يا كريم يا رذاق
يا ذا الجلا ل و الاءكرام
لا اله الا انت سبحنك اني كنت من الظلمين


Ya Allah ,
Ya Rahman, Ya Rahim
Ya Hannan, Ya Mannan
Ya Hayyu , Ya Qayyum
Ya Karim, Ya razzaq
Ya Zal jala liwal ikram
La ila Ha il la Anta ,subha naka inni kun tu minazzolimin



A`u zubikalima tillahi minsyarrima kholaq...

(Aku Berlindung Dengan kalimat Allah Yang Sempurna Dari Kejahatan makhluk CiptaaNya)

La hau lawala quwa ta illa billah


(Doa lah yg baik baik insyallah di makbulkan yakin pada Allah yg meng kabulkan)



Penutup doa.(Alhamdulillah hirabbil alamin)


IKRAR PEMUTUS HUBUNGAN DENGAN JIN '

Segala Puji & Syukur milik Allah & Salawat serta Salam buat junjungan Rasulullah SAW. Ikhtiar di bawah untuk memutuskan perjanjian kita atau datuk/nenek moyang kita dengan spesis jin/saka. Ikhtiarkan bacaan ikrar di bawah ini bersungguh-sungguh dengan harapan bantuan Allah untuk memutuskan perjanjian dengan semua jenis jin.
Ambil air mineral/zamzam/Rukyah Surah-Surah ini (Alfatihah,AyatKursi,Albqarah ayat 285 dan 286,Alikhlas,AlFalaq,Annas...), kemudian bacakan ikrar di bawah ini perlahan-lahan, memadai boleh didengar sendiri DAN bulatkan hati memohon pertolongan dari ALLAH SWT...
Habis baca tiupkan di dalam air serta minum, ikhtiarkan berterusan, Insya Allah anda akan rasa kesannya. Selamat Mencuba, Wallahu'alam.

-Doa Ismul Adzam

IKRAR PEMUTUS

بسم الله

Ya Allah , sesungguhnya saya & mewakili keluarga saya dengan penuh sedar & insaf dengan ini mengisytiharkan :

1.Memutuskan semua perjanjian atau ikatan yg kami atau orang sebelum kami pernah lakukan secara sedar atau tidak dengan golongan jin sekiranya ada

2.Mengharamkan tubuh kami dr dimasuki atau dijadikan sebagai tempat tinggal apa jua jenis jin

3.Menegaskan bahawa kami hanya bergantung kepada perlindungan & pertolongan Allah.


بسم الله

Ya Allah mulai dari saat ini :

Saya haramkan semua makanan saya, minuman saya, seluruh anggota tubuh saya dari semua jin di dalam DAN di luar tubuh saya atau yang mengganggu saya,

Sekiranya Ya Allah

Mereka makan , minum , guna , ganggu , jadikanlah Ya Allah semua pemberian DAN milikMu itu Ya Allah sebagai racun,

Racun yang amat panas

Racun yang amat bisa

Racun yang membakar

Racun yang membunuh

Semua jin-jin itu Ya Allah

Amin 3x Ya Rabbal A'lamin .



Adab Doa

1. Niat /tujuan doa,semata2 kerana Allah SWT bukan/jangan kerana makhluk atau selain dari Allah.

2. Hadirkan dalam hati perasaan berhajat kepada bantuan Allah dengan sungguh-sungguh ,iaitu sebelum berdoa.

3. Ketika sedang berdoa hadirkan rasa takut doa tidak dikabulkan dan ada keinginan yang sangat kuat dan sungguh sungguh supaya Allah Swt terima doa kita.( Allah SWT sebagaimana hambaNYa sangkakan)

4. Pelihara hati dan jaga perasaan supaya jangan ada sedikit pun ragu-ragu terhadap penerimaan doa iaitu didalam seruan Ismul Adzam.


Cara Seruan Ismul Adzam

1. Yakin dengan Janji Nabi SAW.
2. Semasa membaca doa Ismul Adzam atau seruan Ismul Adzam HATI perlu tawajjuh(tumpuan yang sangat kuat) dan juga sesuai dengan Makna Asma Ul HUsna.

Amin

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam telah berpesan kepada kita untuk tetap berpegang dengan sunnahnya dan sunnah para sahabatnya:
dan dihasankan oleh Al-Albani)

عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ. - أخرجه الترمذي وحسنه الشيخ الألباني

"Wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnahnya para khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk. Gigitlah ia dengan gigi gerahammu". (HR. Tirmidzi)

خَطَّ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا خَطًّا ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيْلُ اللهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوْطًا عَنْ يَمِيْنِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هَذِهِ سُبُلٌ عَلَى كُلِّ سَبِيْلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُوْ إِلَيْهِ ثُمَّ تَلاَ ]وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلاَ تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ [

“Pada suatu hari Rasulullah menggaris di depan kami satu garisan lalu beliau berkata : “Ini adalah jalan Allah”. Kemudian beliau menggaris beberapa garis di sebelah kanan dan kirinya lalu beliau berkata : “Ini adalah jalan-jalan, yang di atas setiap jalan ada syaitan menyeru kepadanya”. Kemudian beliau membaca (ayat) : “Dan sesungguhnya ini adalah jalanKu maka ikutilah jalan itu dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) maka kalian akan terpecah dari jalanNya”. [QS. Al ‘An’am : 6 / 153

[/SIZE][/COLOR]


Sharing is caring
Assalamualaikum.




Assalamualaikum ...saudara2 ...

Dzikir Dan Berdoa

--------------------------------------------------------------------------------



Adapun adab berdzikir yang sesuai dengan sunnah adalah sebagai berikut :

Pertama, dilakukan dengan suara lemah lembut/merendahkan suara, karena Allah Ta’ala berfirman,

“Wadzkur rabbaka fii nafsika tadharru’aaw wa khiifataw wa duunal jahri minal qauli bil ghuwwi wal ashaali wa laa takum minal ghaafiliin” yang artinya “Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang – orang yang lalai” (QS Al A’raaf 205)

Kedua, hendaknya dilakukan sendirian atau tidak beramai – ramai atau tidak dipimpin oleh seseorang, karena jika dzikir secara beramai ramai atau dipimpin oleh seseorang maka menyelisihi firman Allah Ta’ala di atas pada surat Al A’raaf ayat 205 yaitu pada kalimat “dengan tidak mengeraskan suara” dan juga berdasarkan keumuman hadits berikut,


Dari Abu Hurairah radhiyallaHu ‘anHu, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda, “Tujuh orang yang dilindungi Allah dalam naunganNya pada hari tidak ada naumgan selain naunganNya yaitu : Imam (pemimpin) yang adil…dan seseorang yang berdzikir kepada Allah di tempat yang sunyi lalu matanya mencucurkan (air mata)” (HR. al Bukhari)

Syaikh Hamid At Tuwaijiry dalam Kitabnya Inkaru At Takbir Al Jama’i wa Ghairihi berkata,

“Dalam Shahih Bukhari (no. 1830) dan Shahih Muslim (1704) dari ‘Ashim Al Ahwal dari Abu Utsman dari Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Ketika Rasulullah berjihad pada perang Khaibar …, mereka (para sahabat) menyerukan takbir seraya membaca, ‘Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha illallah’ dengan suara keras,

Maka Rasulullah bersabda, ‘Tahanlah diri kalian, sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada Dzat yang tuli maupun jauh, sesungguhnya kalian berdoa kepada Dzat yang Maha mendengar yang dekat dan Dia selalu bersama kalian’.

Jika Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam melarang orang – orang yang meneriakan takbir padahal mereka berada di tanah lapang, maka perbuatan orang – orang yang bersahut – sahutan di dalam Masjidil Haram lebih terlarang lagi, karena mereka telah melakukan beberapa bid’ah yaitu berdzikir dengan suara keras, bersama – sama melagukannya sebagaimana yang dilakukan paduan suara, mendendangkannya dan mengganggu orang lain, yang semuanya ini tidak boleh dilakukan”

Ketiga, jika menghitung bacaan dzikir maka hendaknya menggunakan jari – jari tangan kanan sebagaimana hadits berikut :

Abdullah bin Amr radhiyallaHu ‘anHu berkata, “Ra-aytu rasulullahi ya’qidut tasbiiha bi yamiinihi” yang artinya “Aku melihat Rasulullah menghitung bacaan tasbih (dengan jari – jari) tangan kanannya” (HR. Abu Dawud no. 1502, At Tirmidzi no. 3486, Al Hakim I/547 dan Baihaqi II/253, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahiih At Tirmidzi III/146 dan Shahiih Abu Dawud I/280)

Wallah Hua`alam


Credit:Sumber
Cerita Hantu - Rumah Teres

Cerita Hantu - Rumah Teres

 Image result for hantu seram gila


Assalammualaikum..
Dunia Seram - Pengalaman yang ingin saya ceritakan ini berlaku kira-kira 10 tahun
yang lalu. Pada waktu itu saya baru berumur 11 tahun. Kami sekeluarga
tinggal di Johor di sebuah rumah teres dua tingkat. Rumah itu telah
dibeli oleh ayah. Pada mulanya, rumah yang kami diami itu sememangnya
agak keras, mungkin kerana rumah itu sudah lama dibiarkan kosong.
Macam-macam perkara yang sering terjadi dalam rumah yang kami diami
itu. Walaupun saya baru berumur 11 tahun, tetapi setiap kejadian aneh
yang berlaku, saya pasti akan mengingatinya.

Kejadian aneh yang saya katakan antaranya dialami oleh adik saya yang
berumur lima tahun. Pada waktu itu, dia ingin ke tingkat atas di
biliknya selepas dia mandi. Tiba-tiba, dia menjerit dan turun ke bawah
sehingga dia terjatuh dari tangga rumah kami. Ketika itu ibu dan bapa
saya sedang bekerja, nenek yang melihat adik dalam ketakutan segera
bertanya, "Kenapa adik menjerit tadi? Turun tangga pun sampai
terjatuh?" lalu adik menjawab, "Nek, adik nampak hantu, badan dia
besar, banyak bulu, mata dia merah. Adik takut Nek." Mungkin hantu
yang dikatakan adik itu adalah lembaga yang berbulu dan bermata merah.
Seorang budak kecil memang dapat melihat benda halus, saya yakin adik
tidak berbohong.

Dari hari itu, bukan kejadian itu sahaja yang berlaku. Malah kali ini
lebih menyeramkan. Pada waktu jam 6.30 petang, saya merasakan badan
saya agak lemah dan sakit kepala. Saya terus baring di sofa ruang
tamu. Sambil memejamkan mata dan tidur-tidur ayam saya dapat mendengar
ibu, pakcik dan makcik saya baru pulang dari tempat kerja pada jam 7
malam. Pada waktu saya berbaring di sofa, pakcik saya mengadu lehernya
sakit dan meminta nenek saya urutkan lehernya. Sedang nenek saya urut
leher pakcik, tiba-tiba pakcik saya itu ketawa. Katanya geli seperti
lehernya digeletek oleh nenek.

Nenek yang tahu serba sedikit untuk menghalau makhluk-makhluk halus
ini segera membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an. Pada masa yang sama, ibu
saya pula tiba-tiba menunjukkan jari ke arah nenek sambil ketawa
mengilai-ngilai. Makcik saya yang berada di situ seperti dirasuk dan
seakan-akan ada orang yang mencekik lehernya. Sambil menarik sesuatu
di lehernya dan seakan-akan sesak nafas dan makcik saya menarik tali
yang ada di lehernya, tetapi tiada tali yang terikat di lehernya.

Kami dirasuk seorang demi seorang dan waktu itu saya sedang mencekik
diri saya sendiri sambil menangis sekuat hati. Tetapi pada masa itu
saya tidak sedarkan diri. Adik dan kakak saya yang lain yang
menceritakan keadaan saya pada waktu saya dirasuk oleh makhluk halus.
Pada waktu kami dirasuk seakan-akan ada benda yang memasuki tubuh
kami. Rupanya keadaan badan saya lemah pada waktu petang itu kerana
ada benda sudah mula masuk dalam badan saya. Nasib baiklah nenek saya
tahu cara untuk menghalau benda yang tidak nampak oleh mata kasar
manusia. Sejak dari itu, kami sekeluarga berpindah ke rumah lain dan
menyewakan rumah itu. Ini adalah pengalaman yang benar-benar berlaku
dalam hidup saya.

Kisah Seram - Diganggu Makhluk Halus

 



Dunia Seram - Segala cerita yang yul terbitkan nie berdasarkan dari pengalaman hidup yul kat dunia nie. Cerita ini bukanlah direka-reka ataupon dibuat-buat. Semuanya adalah benar-benar belaka. Tiada yang palsu mahupon fitnah. Tak percaya tanya yul sendiri.


Seumur hidup yul, yul memang tak pernah pon jumpa hantu atau makhluk halus. Tapi, tabiat yul nie agak pelik sedikit tak sama dengan manusia-manusia yang normal seperti lain. Asyik-asyik tengok kat televisyen je kan. Kalau boleh yul nak tengok juga macam mana rupa paras hantu atau makhluk asing tu yang sebenarnya.  Pernah juga pergi ke kubur cina,  tengah-tengah malam tapi satu apa pon tak jumpa. Bunyi anjing menyalak je. Meremang tu memang ada, tapi rasa hati nie memang betul-betul nak tengok depan mata secara live. Sampai saat ini, kalau yul tak sibuk, memang kompem pergi jalan-jalan nak tengok hantu bersama kawan-kawan.
Suasana disekitar Villa Nabila

Nie lah tempatnya

Tak berapa jelas sebab curik kat google


Dua bulan yang lepas, kawan yul ada juga bercerita pasal Villa Nabilla dekat-dekat dengan hospital Sultanah Aminah, JB nie. Yul memang tak pernah pergi kesana. Kata orang tempat tu berhantu. Kalau masuk 10 orang, keluar nanti kompem kurang seorang. Sama ada betul kew tidak yul tak pasti lah kesasihannya. Jadi, pada malam tu jugak, yul dengan kawan-kawan pergi kesana nak tengok macam mana keadaan tempat tersebut. Kiteorang cuma pergi bertiga sahaja menaiki kenderaan  pacuan 4 roda. Nak pergi kesana kene lalu kawasan istana Johor. Bawak kereta slow je lah kat kawasan tu. Maklumlah ye kawasan istana tak boleh bawak laju-laju sangat, kang tak memasal pulak kena tahan kan? Tapi yang peliknyekan, kiteorang tak jumpa langsung villa Nabilla nie. Dah dekat dua, tiga kali kiteorang patah balik mencari tempat tersebut. Padahal, laluan kearah tersebut memang benar. Entah kenapa pada malam tersebut kiteorang tidak menemui jalan ke Villa Nabila tersebut. Dengan rasa hampa kiteorang terus blah meninggalkan kawasan tu dan meneruskan perjalanan ke kawasan perkuburan Islam Mahmoodiah.



Perkuburan Islam Mahmoodiah diwaktu siang


Kalau tengok keadaan sekeliling memang agak menyeramkan kot! Yela, kawasan tapak perkuburan tempat jenazah-jenazah ditanam.  Tetapi kiteorang tak ronda sampai habis kawasan perkuburan tersebut. Kalau nak teruskan perjalanan kat dalam kawasan tu memang agak panjang. Takot kalau apa-apa benda yang tak dijangka berlaku. Bukan takut pocong ok! Orang kata benda-benda macam nie jangan berani sangat. Sebab perkara yang kita tak dijangkakan akan berlaku. Teringat pada kisah silam dulu, akibat berani sangat, yul pernah diganggu.

Kenangan yul sewaktu bersekolah dulu. Memang tak dapat nak lupakan perkara tersebut. Berani jugak kot time tu. Mana taknya, kawan-kawan yul cakap hantu nie banyak merayau pada khamis malam jumaat. Jangan celupar sangat mulut tu. Tapi yul tak percaya benda-benda tu semua sebab masih tak pernah menjumpa atau bertemu.


Nak dipendekkan ceritanya. Kejadian nie berlaku ketika yul berusia 13 tahun. Ketika yul sedang leka bermain dam haji  dengan adik yul yang bongsu tu di ruang tamu, tiba-tiba bekalan elektrik terputus. Kalau korang nak tahu, time tu yul terlepas cakap, lebih kurang cam nie lah, "hantu gila mana pulak yang main-main nie". Korang paham-paham jelah ye. Lepas tu, tiba-tiba je terdengar suara mengilai betul-betul tepat depan pintu ruang tamu tu. Semakin lama, suara itu semakin kuat. Kalau sekali je tak apa, hampir dua, tiga kali juga kot. Meremang seluruh bulu roma yul ketika itu mendengar suara tersebut. Tergamam yul seketika mendengar suara tu. Tanpa melenngahkan masa, kiteorang terus lari lintang pukang masuk bilik sambil menutup telinga dengan perasaan yang amat menyeramkan. Masuk bilik, yul terus berselubung dibawah selimut dan memejamkan mata. Menyesal pulak bila terlepas cakap macam tu. Suara tersebut dah tak kedengaran lagi. Nasib baik dengar suara je, kalau dapat lihat rupa parasnya lagi lah tak terkata dibuatnya. Silap-silap yul terkencing kot masa tu.  Peh! Memang seram gila. Tuhan je yang tahu keadaan yul betapa kecotnya masa tu.


Bagi yul, kat dunia nie kita tak perlu takut kepada benda-benda macam tu. Sebab allah akan sentiasa melindungi dan menjaga kita. Kita hanya takut kepada tuhan yang maha esa. Kerana ia lah pencipta segala-galanya. 


Sumber http://www.yulsahaja.com/2011/01/diganggu-makhluk-halus-pengalamanku.html#ixzz1iw9eLzTY
Under Creative Commons License: Attribution

BENCANA ALAM, MENURUT HADIS NABI


 







Dari Abu Hurairah ra berkata; bersabda Rasulullah saw “Apabila kekuasaan dianggap keuntungan, amanat dianggap ghanimah (rampasan), membayar zakat dianggap merugikan, beiajar bukan karena agama (untuk meraih tujuan duniawi semata), suami tunduk pada istrinya, durhaka terhadap ibu, menaati kawan yang menyimpang dari kebenaran, membenci ayah, bersuara keras (menjerit jerit) di masjid, orang fasig menjadi pemimpin suatu bangsa, pemimpin diangkat dari golongan yang rendah akhiaknya, orang dihormati karena takut pada kejahatannya, para biduan dan musik (hiburan berbau maksiat) banyak digemari, minum keras/narkoba semakin meluas, umat akhir zaman ini sewenang-wenang mengutuk generasi pertama kaum Muslimin (termasuk para sahabat Nabi saw, tabi’in dan para imam muktabar). Maka hendaklah mereka waspada karena pada saat itu akan terjadi hawa panas, gempa,longsor dan kemusnahan. Kemudian diikuti oleh tanda-tanda (kiamat) yang lain seperti untaian permata yang berjatuhan karena terputus talinya (semua tanda kiamat terjadi).”(HR. Tirmidzi)

KETIKA terjadi bencana alam, paling tidak ada tiga analisa yang sering diajukan untuk mencari penyebab terjadinya bencana tersebut. Pertama, azab dari Allah karena banyak dosa yang dilakukan. Kedua, sebagai ujian dari Tuhan. Ketiga, Sunnatullahdalamartigejalaalamatauhukum alam yang biasaterjadi. Untuk kasus Indonesia ketiga analisa tersebut semuanya mempunyai kemungkinan yang sama besarnya.

Jika bencana dikaitkan dengan dosa-dosa bangsa ini bisa saja benar, sebab kemaksiatan sudah menjadi kebanggaan baik di tingkat pemimpin (struktural maupun kultural) maupun sebagian rakyatnya, perintah atau ajaran agama banyak yang tidak diindahkan, orang-orang miskin diterlantarkan. Maka ingatlah firman Allah:

 ”Jika Kami menghendaki menghancurkan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah (berkedudukan untuk taat kepada Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan daiam negeri tersebut, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya,” (Al-Isra’[17]: 16).

Apabila dikaitkan dengan ujian, bisa jadi sebagai ujian kepada bangsa ini, khususnya kaum Muslimin agar semakin kuat dan teguh keimanannya dan berani untuk menampakkan identitasnya. Sebagaimana firman Allah:

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan: Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diujilagi?”( Al-Ankabut [29:2).Akan tetapi, jika dikaitkan dengan gejala alam pun besar kemungkinannya, karena  bumi Nusantara memang berada di bagian  bumi yang rawan bencana seperti gempa, tsunami dan letusan gunung. Bahkan, secara keseluruhan bumi yang ditempati manusia ini rawan akan terjadinya bencana, sebab hukum alam yang telah ditetapkan Allah SwT atas bumi ini dengan ber bagai hikmah yang terkandung di dalamnya. Seperti pergerakan gunung dengan  berbagai konsekuensinya. 


"Dan kamu lihat gunung-gunung itu kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal gunung-gunung itu bergerak sebagaimana awanbergerak.(Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh segala sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".( QS. Al-Naml [27]: 88).

Di samping harus tetap bersikap optimis dan berupaya mengenali hukum-hukum Allah yang telah ditetapkan atas alam ini, adalah bijak untuk terus melakukan introspeksi terhadap keseriusan kita dalam menaati perintah-perintah Allah SwT dan menghitung-hitung kedurhakaan kita kepada-Nya.Sabda Rasulullah saw yang diriwayat kan Imam Tirmidzi di atas patut menjadi renungan bagi bangsa ini atas berbagai bencana yang menimpa secara bertubi tubi.

Jika kita cermati hampir semua penyebab bencana yang disebut Rasulullah saw dalam Hadits tersebut tengah melanda bangsa ini. Pertama, masalah kepemimpinan, amanah dan penguasa. Jika suatu bangsa memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat, baik (shalih), cakap/cerdas dan kompeten (gawiy) dan amanah (amin), maka kebangkrutan dan kehancuran sebuah  bangsa tinggal menunggu waktu saja. Se bab, pemimpin seperti itu menganggap kekuasaan bukan sebagai amanah untuk menciptakan kesejahteraan dan ketentraman bagirakyatnya, tetapi sebagal sarana dan kesempatan untuk memperkaya diri dan  bersenang-senang.

Akibatnya, perilaku korupsi merajalela, penindasan dan pemiskinan menjadi pemandangan yang lumrah, dan kebangkrutan moral menjadi hal yang sangat sulit untuk dihindari. Oleh karena itu, memilih pemimpin atau pejabat harus hatihati dan selektif, sebab mereka akan memanggul amanah yang sangat berat.

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda, “Jika amanat disia-siakan, maka tunggulah saatnya (kehancuran). Abu Hurairah bertanya; “Bagaimana amanat itu disia-siakan wahai Rasulullah?, Beliau menjawab,”Jika suatu urusan diserahkan pada orang yang bukan ahlinya (tidak memenuhi syarat)”. ( H R. Bukhari).

Kedua, orang kaya tidak menunaikan kewajibannya. Zakat adalah kewajiban minimal bagi orang kaya untuk peduli kepada orang miskin. Jika kewajiban minimal ini tidak ditunaikan, maka kegoncangan social tdak bisa ditawar-tawarlagi, karena tindakan orang miskin yang terampas haknya tidak bisa dipersalahkan. Sehingga azab Allah menjadi keharusan (Al-Isra’: 16). Demikian intisari istinbathAmirul Mu’minin Umar bin Khathab ra yang didukung Ibnu Hazm rahimallahu ta’ala.

Ketiga, hilangnya ketulusan dan kebijakan para ulama dan cendekiawan. Kerusakan yang ditimbulkan oleh penguasa dan pengusaha (orang kaya) itu akan menjadi-jadi jika ulama/cendekiawan sebagai pilar penting suatu bangsa yang bertugas untuk memberi peringatan dan beroposisi secara loyal terseret ke dalam kepentingan pragmatis para penguasa dan pengusaha tersebut.

Aktualisasinya bisa berwujud pada terbitnya fatwa-fatwa pesanan yang tidak memihak orang-orang lemah dan tertindas serta opini yang menyesatkan dan membingungkan umat sebagai akibat terialu banyak menerima pemberian yang tidak jelas dan sering mengemis pada musuh-musuh Islam dan bangsa pada umumnya. Karena ketulusan telah hilang, para ulama pun menjadi orang yang membuat gaduh di masjid dengan perdebatan dan berbantahan mengenai hal yang sudah diputuskan dengan jelas oleh Allah dan Rasul-Nya.

Pada akhirnya, bukan hanya perintah Allah dan Rasul-Nya yang tidak diperhatikan dan disia-siakan. Akan tetapi para sahabat Rasul dan generasi mereka sesudahnya (ulama dari kalangan tabi’in dantabi’tabi’in)sebagaigenerasiterbaik umat Muhammad saw menjadi bahan olok-olok dan ejekan dalam perbincangan mereka dengan merendahkan dan mencampakkan kezuhudan dan hasil ijtihad mereka yang cemerlang.

Jika ketiga pilar bangsa penguasa, pengusaha dan ulama atau cendekiawan sudah tidak menjalankan fungsi yang semestinya, maka kebangkrutan moral yang lain seperti durhaka pada orangtua, suami yang manut pada hawa nafsu istrinya, mewabahnya khamr (narkoba) dan kesenangan pada hiburan yang memancing keliaran syahwat menjadi pemandangan yang biasa. Pada saatitu”kemarahan” Tuhan dipastikan tidak bias dihalang-halangi untuk menghancurkan bangsa yang durhaka. [Sumber: muhammadiyah.or.id]