Cerita Hantu - Tulang

 












MENDUNG tebal menghiasi dusun kramat yang hanya dihuni segelintir kepala keluarga yang terletak tak jauh dari hutan rimba yang cukup populer akan keganasannya, gemericik air hujan pun mulai terdengar malam itu menyusuri pohon-pohon besar dengan dedaunan yang semrawut tak karuan menuju ranting yang nampak melintang ke sana ke mari tak tentu arah, hembusan angin malam pun turut nimbrung di dalamnya, suara burung hantu hendak berteduh tak henti-hentinya bernyanyi, semakin mendekati telinga.

Terasa bulu kuduk pun menggeliat bangun, seolah mengingatkan Jiwo untuk selalu waspada akan keselamatan jiwanya, teringat akan kematian Ranti, sang janda kembang yang syarat kedendaman ketika sang maut menjemputnya, berjarak sekitar 100 meter arah selatan rumah Jiwo, maut pun mendadak menghampiri Mbah Bero tiga puluh lima hari kemudian dengan tragis sekaligus mengerikan. Jiwo sekan ikut bersalah atas kematian keduanya.

Sesaat, ia pun melongokkan kepala lewat jendela rumah bambu miliknya, bola matanya berlari ke sana - ke mari melihat suasana di luar rumah begitu mencekam dan menakutkan, terasa ada kekhawatran yang mendalam pada dirinya, apalagi kematian Mbah Bero, yang sulit diterima akal sehat manusia di malam Jum'at Kliwon. Malam Jum'at Kliwon itu menjadi saksi bisu atas kematiannya.

“Akankah kuharus menyusul Mbah Bero di malam Jum'at Kliwon ini,” gumamnya dalam hati bergejolak tak karuan. “Aku harus tetap hidup sampai ajal menjemputku dengan cara yang normal,” berontak dalam hatinya tiada henti.

Malam pun terus merangkak, Jiwo mencoba memaksa matanya dipejamkan namun tak bisa, hanya tubuhnya yang nampak terhempas di tempat tidur yang terbuat dari bambu. Di dalam kamar yang berukuran 3X4 meter itu terlihat lukisan Nyi Roro Kidul menunggang kuda putih mendominasi sisi samping kamarnya, selain tergantung pula tiga buah keris berukuran sedang terbungkus kain merah dilekatkan pada gedhek (anyaman bambu) dinding rumahnya. Badan besar nan kekar Jiwo pun serasa tak dapat menghalau kekacauan dalam hatinya, detak jantung terpacu cepat, pikirannya terus melayang, mengembara dan tiba-tiba terlintas di benaknya kata-kata terakhir Ranti, sang pujaan hati penuh permohonan.

“Mas Jiwo, jangan kau lakukan ini walau kuakui aku sangat mencintaimu,” pinta Ranti sambil menutupi sebagian tubuhnya yang terlihat dengan baju yang sudah compang-camping ulah bejat Mbah Bero.

“Janganlah kau turuti omongan dukun biadab itu, akan kubalas semua perbuatannya Mas, meski aku tahu dukun itu gurumu,” rontanya dengan nada suara lirih terlihat menahan sakit, sambil memegangi tangan Jiwo yang nampak bingung memutuskan, apakah akan menuruti kata sang dukun gurunya atau permohonan Ranti sang kekasih tercinta, hatinya berkecamuk di antara keinginan untuk menyempurnakan ilmunya yang mengharuskan menyetubuhi Ranti, begitulah petuah sesat sang dukun kepada Jiwo. Terlihat jelas di mata Jiwo kala itu, Mbah Bero semakin ganas melahap Ranti yang sudah tak berdaya, sebelum akhirnya Ranti menghembuskan nafas pamungkasnya di pangkuan Jiwo, tapi apa daya.

Tak terasa oleh Jiwo suara ayam berkokok mulai terdengar, membuat hati Jiwo sedikit lega dapat melalui malam Jum'at Kliwon dengan aman, minimal hingga sepertiga malam meski kekhawatiran masih menghantuinya. Tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu.

Thok.. thok.. thok.., ”Wo, Jiwo” panggilnya nampak tergesa-gesa. Jiwo nampak kaget dan membiarkan sejenak panggilan itu sambil mencoba mengenali suara yang memanggilnya itu.

“Wo.. Jiwo.. Aku Karni,” seru sang ketua RT yang juga teman akrab Jiwo. Mendengar itu, Jiwo langsung mengambil sandalnya dan segera menuju pintu dan membukanya, krekk ...

“O.. Kamu to Ni,” kata Jiwo sambil mempersilakan Karni masuk, dengan segera Karni pun masuk dengan deruman nafas yang terengah-engah seakan-akan kehabisan O2 dalam paru-parunya karena harus berlari cepat sekitar 500 meter hendak menemui teman karibnya ini, khawatir. Seketika Karmi pun menempatkan pantatnya di satu kursi agak reot yang terbuat dari bambu Jawa, lantas meneguk air kendi yang biasa diletakkan Jiwo di sebelah kursi reot itu.

“Apa kamu semalam tidak mendengar suara-suara aneh Wo?” tanya Karni serius.

“Suara apa yang kau maksud, Ni?” timpal Jiwo menanggapi antusias.

“Ah kamu ini kerjaannya tidur aja Wo,” ledek Karni sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, tak tahu kalau sebenarnya Jiwo justru tak sempat memejamkan matanya walau sesaat, merasakan malam begitu mencekam dan mengerikan, lantas Jiwo menceritakan ketakutannya, Karni nampak mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju sambil mengatur nafasnya yang masih sedikit ngos-ngosan.

“Terus, gimana kelanjutannya,” tanya Jiwo penasaran, Karni lantas menceritakan kejadian yang dilihat dan didengarnya semalam, saat ia hendak ke sungai yang bersebelahan dengan kuburan Dusun Keramat untuk mengambil air wudlu. Dan, jelas terlihat oleh Karni kuburan Ranti terbelah dan mengeluarkan asap tebal disertai bunyi dentuman kecil sebelumnya, kejadian itu persis saat menjelang kematian Mbah Bero, mantan guru Karni juga. Karni terus berupaya meyakinkan Jiwo akan aliran yang dianut oleh gurunya adalah sesat yang menyesatkan. Mereka bercerita panjang-lebar atas semua peristiwa aneh yang menimpa dusun keramat, sampai akhirnya pagi menyongsong mereka untuk meladang.

Suasana pagi kurang cerah menyelimuti Dusun Keramat, kicauan burung yang biasanya bernyanyi bersahutan mulai enggan bersuara, hanya hembusan angin yang terdengar menggoyang pohon besar yang nampak angkuh dan nampak muram, mengurangi kegairahan warga untuk segera meladang, terlebih lagi si Jiwo yang nampak lusuh dan kusut, ia pun memutuskan untuk menemui seseorang di kampung seberang untuk meminta bantuan saran atas semua kejadian yang menimpa Ranti, Mbah Bero dan dirinya, atas saran Karni.

Seminggu setelah kepegiannya itu, Jiwo menampakkan perubahan yang mencolok, ia pun rajin menunaikan shalat 5 waktu dan setiap malam sehabis shalat Isya, terdengarlah alunan ayat-ayat Al Qur'n yang indah menghiasi rumahnya walau dengan nada terbata-bata, Jiwo seakan menyadari akan ketololannya dan memohon ampun atas semua perbuatan dosa yang selama ini dilakukan bersama gurunya, Mbah Bero itu.

Nampak wajah Jiwo bersinar, menampakkan cahaya kemuliaan yang selalu menyinari relung hatinya dari kegelapan. Kehidupan yang penuh kepasrahan, ketulusan dan kemurnian pun akhirnya dilaluinya. Karni bersyukur melihat semua perubahan yang terjadi atas diri Jiwo, teman akrabnya ini, ia pun lantas teringat akan dirinya yang mengalami hal serupa, sebelum akhirnya ia mendapatkan hidayah untuk segera meninggalkan aliran sesat itu.

Hari demi hari dilalui Jiwo dengan keyakinan yang pasti akan kebesaran yang Kuasa meliputi langit dan bumi tanpa terkecuali, kalaupun toh ajal menjemput, ia pun rela dan siap kapan pun saat itu akan datang.

Malam Jum'at Kliwon pun tiba lagi, seperti hari sebelumnya, setelah shalat Isya, Jiwo langsung mengambil Al Qur'an sekaligus terjemahannya untuk segera dibaca dan mencoba menghayati arti yang terkandung di dalamnya, selang 30 menit berlalu, ia pun menyudahinya dan langsung duduk di sudut ruangan tamu sambil meminum segelas teh manis yang dibuatnya. Tanpa terasa, malam pun semakin larut, situasi yang hening, sunyi membawa pikiran Jiwo terbang ke angkasa mengembara tak sadarkan diri setelah seharian ia meladang.


“Mas Jiwo, aku datang, Mas.. Aku datang..." suara seorang wanita memanggil namanya.
“Ka..mu..si..si..apa..?” sergah Jiwo gugup sambil matanya berkeliling melirik ke sana ke mari mencari asal suara itu.

“Apa kamu benar sudah melupakanku .. ?” Tanya suara itu balik bertanya. Meski situasi tegang, Jiwo tak pernah lupa akan pemilik suara itu.

“Aku takkan pernah bisa melupakanmu Ranti, walau dirimu telah tiada” tegas Jiwo dengan mantapnya.

“Maafkan aku Ranti,” pintanya menyela.

“Mas, apa yan telah kau perbuat bersama dukun cabul itu takkan pernah bisa kumaafkan, setelah kuhabisi dukun itu sekarang tibalah giliranmu, Mas,” kata Ranti mengancam.

“Ranti…dengarlah penjelasanku dulu..setelah itu, barulah bunuh aku,” ronta Jiwo meminta sambil menjelaskan semua kebejatan dan akal bulus Mbah Bero. Dengan dalih menyempurnakan ilmu, Mbah Bero pun menyetubuhi setiap korbannya sebelum akhirnya mengambil satu tulang rusuk korban sebagai jimat. Dan, tulang rusuk itulah yang menancap di dada Mbah Bero saat kematian menjemputnya.

Warga Dusun Keramat yang hanya segelintir itu sebenarnya mengetahui semua tindakan Mbah Bero yang telah menelan beberapa korban, namun mereka selalu diam karena ketakutan akan ancaman Mbah Bero yang memang terkenal cukup sakti di Dusun Keramat, sampai pembalasan Rantilah yang mengakhiri segala kebejatan Mbah Bero.

Tiba-tiba ...

“Jleb..!” tulang rusuk itu pun akhirnya menembus dada Jiwo pula, kalimat syahadat terdengar dari mulut Jiwo yang ternganga, darah Jiwo pun mengalir deras, sederas air yang mengalir dari atap rumah Jiwo yang bocor karena hujan lebat yang terjadi malam itu, tepat mengenai dada Jiwo yang nampak terlelap pulas di kursi ruangan tamu, ia pun kaget dan membelalakkan mata seketika…

“Astagfirullah!” ucapnya setelah menyadari bahwa dirinya hanyalah bermimpi di malam Jumat Kliwon itu, waktu menunjukkan jam tiga dini hari, bergegaslah ia ke sumur mengambil air wudlu untuk melakukan shalat Tahajud. Sampai akhirnya Jiwo pun tetap selamat dari pembalasan Ranti di setiap malam Jum'at Kliwon berikutnya. (F.804/5887)R.47



Sumber

Kisah Seram - Hantu mak cik tong gas

Korang pernah dengar cerita hantu pasal seorang mak cik dan tong gas? Meh aku cerita.

Jeng jeng jeng.. Kejadian berlaku pada tahun 2006 di Kedah.

Dulu lepas SPM bosan2 lepak aku pun cuba2 la carik kerja.. Dan dapat la aku kerja di satu kompeni ni, aku masuk bahagian marketing..
Kerja aku ni memang penat sikit sebab terpaksa banyak berjalan.. Kadang2 kitorang jalan sampai ke Perancis (Ok dah tipu sangat) tapi tak apa la
kan sebab kata orang tua-tua.. jauh berjalan, luas pemandangan, banyak pengalaman..

Tapi dalam banyak-banyak pengalaman tu, macam biasalah kat dunia ni ada yang best, ada pulak yang tak best..

Nak dijadikan cerita, satu hari aku dan lg sorang brader, nama dia Shah, kiranya kami dua orang la kne kuar ke satu kawasan ni.. kat area2 kedah
jugak. Aku tak ingat lokasi secara spesifik tapi lebih kurang kawasan antara Yan ke Jemerlang. Maka dengan berbekalkan kereta Nissan Frontier,
kami pun bertolak.

Disebabkan kami kena meng'explore' semua kawasan disitu maka kami pun masuklah ke satu jalan kampung ni. Jalannya taklah besar sangat,
muat untuk satu kereta jek. Kalau dua kereta kecil nak lalu pun terpaksa berhimpit lah. Tiba2 kitorang ternampak sorang makcik ni, umur dalam 50
lebih. Sebelah dia ada budak kecik dalam lingkungan 10 tahun, maybe anak atau cucu makcik tu.

gambar sekadar hiasan. source : raydrevil

Mak cik tu tengah tarik tong gas dalam hujan. Masa tu ada hujan sikit, tapi taklah lebat sangat, hujan renyai-renyai camtu je. Kitorang pun
macam kecian la pulak tengok makcik tu tarik tong gas tengah2 hujan..
So kitorang pun apa lagi.. sebagai generasi pemimpin masa hadapan kami dengan hensemnya meng'offer a ride kat mak cik tu.. (pergh bersepah bahasa)
Tapi makcik tu menolak dengan baik.
"Takpe lah nak.. dah dekat dah ni,"

Lepas 2-3 kali pujuk namun makcik tu still menolak, so kitorang pun taknak lah paksa2 orang. Kitorang pun jalan la. Disebabkan depan macam
dah takde apa2 lagi, kitorang pun nak berpatah balik. Brader Shah pun nak membuat pusingan 3 penjuru utk berpatah balik. (U know.. belok ke
kanan, gostan, patah balik, macam amik lesen keta tu)

Baru je Shah membelok ke kanan tiba2 dia cakap kat aku - "Eh mana makcik tadi tu pergi?"

"Dah sampai rumah agaknya," jawab aku selepas tengok makcik tu tiada di jalan tadi.

"Oh.. takpelah kalo camtu."

Lepas tu dia pun mendiamkan diri. Aku pun ikut diam lah kan. Shah pun bawak kereta keluar ke jalan besar. Dalam 100 meter selepas
keluar dari simpang jalan kampung tadi Shah pun berhentikan kereta kat tepi jalan.

"Kau tahu kenapa aku tanya pasal makcik tadi tu?" tanya Shah.

"Tak, apesal?"

"Masa aku belok nak patah balik tadi, aku tengok makcik tu dah tak ada,"

"Dia dah sampai rumah la kot," Jawab aku.

"Tak mungkin.. Sebab sebelum aku belok tadi, aku tengok cermin pandang belakang. Masa tu Makcik tu ada lagi, tengah tarik tong gas.
"Tapi bila aku belok je, mak cik tu dah takde.. Takkan dia boleh hilang sekelip mata je,"


gambar hiasan

Aku yang mendengar terus jadi seram. Kalau ada orang boleh ilang tetiba tu dah jadi cerita lain dah. Tapi bila fikir2 balik, makcik tu memang
pelik. Bayangkan seorang makcik jalan dengan sorang budak kecil, sambil bawak tong gas, ditengah hari dalam hujan pulak tu.. Di jalan yang tak
ada orang.. Fuh..

Sampai sekarang aku masih rasa seram sejuk bila terfikir pasal cerita tu. Tapi nasib baiklah tak jadi apa2 lepas tu. Bayangkan kalau time
patah balik tu ada tong gas tengah melayang terbang ikut belakang kereta.. Pergh, dapat gas memasak free tuh.

Kami membuat kesimpulan barangkali makcik tu sengaja nak menguji kami yang mengembara ni (ewah.. pengembara la pulak). Disebabkan kitorang
offer makcik tu tumpang, maka mungkin makcik tu ingat 'ohh.. baik budaknya diorang ni'
So kitorang pun lulus ujian.

Mungkin makcik tu manusia tapi kitorang yang tersilap perasan, atau mungkin jugak bukan manusia.
Wallahualam.

~ cerita ni adalah pengalaman sebenar aku dan syah. gambar2 atas ni hiasan je beb.
 
 
Si jelita penangkap hantu

Si jelita penangkap hantu

Oleh ZAKI SALLEH
zaki.salleh@kosmo.om.my


Q-LENG dikatakan memiliki deria keenam yang diperoleh semasa kecil.



SEBELUM ini nama Ong Q Leng tidak pernah dikenali oleh masyarakat
Melayu. Sehinggalah beliau muncul menawarkan diri membantu keluarga
Zainab Sulaiman dari Kampung Penambang Bunga Emas dekat Kota Bharu,
Kelantan yang menjadi mangsa serangan api misteri Januari lalu.

Biarpun tidak pernah mengenali Zainab, 73, namun kisah keluarga itu
yang dibacanya melalui sebuah akhbar berbahasa Cina menarik perhatian
Q-Leng atau lebih dikenali sebagai Master Ong untuk ke sana.

�Naluri saya begitu kuat mendesak agar menemui Zainab untuk membantunya,� ujar ahli spritual berusia 35 tahun ini.
Q-Leng yang dikenali di negeri-negeri sebelah utara kerana menawarkan
khidmat pemulihan, penyucian secara rohaniah dan khidmat runding turut
mengakui kehadirannya ke rumah Zainab kelihatan janggal di mata penduduk
tempatan.
�Saya faham situasi itu tetapi niat saya ikhlas membantu Zainab. Saya
jelaskan kepada keluarganya bahawa proses �pembersihan� yang saya
lakukan nanti menerusi kaedah meditasi tidak melibatkan mereka.

Kuasa kurniaan
�Berdasarkan pengamatan, kemunculan api tersebut berpunca daripada
kehadiran jin dipercayai dihantar seseorang atas niat yang tidak baik.
�Telahan saya tepat kerana sebaik melangkah masuk ke rumahnya, saya
boleh merasai kewujudan makhluk halus. Jin-jin yang kecil berada di
dalam rumah manakala yang besar pula diletakkan di luar.
�Mulanya saya sendiri terkejut melihat api-api kecil muncul secara
tiba-tiba daripada pakaian dan di sebalik dinding simen rumah Zainab.

�Saya berjaya menghalau jin-jin kecil ini dan mewujudkan suatu
�perlindungan� tetapi ia mungkin akan kembali lagi lalu membuat
keputusan datang semula ke sana keesokan harinya sebelum pulang ke Pulau
Pinang,� kata Q-Leng.
Dua hari kemudian, nalurinya sekali lagi memberitahu agar kembali ke
Kota Bharu walaupun beliau tidak pasti mungkinkah api misteri sekali
lagi menyerang keluarga Zainab.

Tidak seperti dijangka, kunjungan kali ini lebih mencabar kerana
sebaik tiba di rumah Zainab kira-kira pukul 2.30 petang, Q-Leng melihat
sendiri satu gumpalan api marak secara tiba-tiba di bilik menantu wanita
itu.
Walaupun berjaya dipadam dengan mentera, ia tidak berakhir di situ
apabila satu persatu gumpalan api muncul tiba-tiba di tikar, kain dan
dinding menjadikan suasana kelam-kabut.
Api misteri hanya selesai kira-kira pukul 10 malam iaitu setelah hampir 8 jam bertarung.


KISAH pemburu hantu muda dari Pulau Pinang ini sering mendapat tempat di dada akhbar pelbagai bahasa di negara ini.





Kuil
Gemar mengenakan pakaian berwarna gelap atau putih semasa menjalankan
tugasnya, Q-Leng yang mudah mesra dan tidak lokek dengan senyuman
menjelaskan �ilmu� atau deria keenam yang dimilikinya bukan dipelajari.
Sebaliknya, ia kurniaan Tuhan kerana seawal usia kanak-kanak lagi
beliau boleh merasai serta melihat kehadiran mereka yang datang dari
dunia berbeza.

Menganggapnya sebagai gangguan, hanya sejak empat tahun lalu wanita
bertubuh langsing dan berperwatakan menarik ini mengambil serius
kebolehan tersebut setelah diberi petanda agar merawat datuknya yang
menghidap kanser.

Menerusi rawatan secara spiritual, datuk kesayangan berusia 82 tahun ini berjaya disembuhkan.
Kebiasaannya, beliau akan memohon petunjuk sebelum menerima seseorang
pesakit kerana menurutnya, gangguan atau masalah yang dihadapi
seseorang turut berkait dengan karma (kehidupan masa lampau) atau
berkaitan unsur-unsur lain.

Akui Q-Leng, walaupun telah berjaya menyembuhkan banyak pesakit
antaranya kesukaran bertutur, lumpuh dan masalah kesuburan, beliau
tidak memiliki kuasa ajaib untuk menyembuhkan segala-galanya.
�Apa pun penyakit, saya nasihatkan (pesakit) rujuk kepada doktor
terlebih dahulu kerana mungkin (penyakit) berkaitan kesihatan dan
memerlukan rawatan doktor.

�Jika berkaitan kerohanian sekali pun, saya perlu melihat (secara
spritual) sama ada boleh disembuhkan atau tidak, jika boleh pun saya
akan beritahu peluangnya 50 peratus sahaja kerana selebihnya adalah atas
ketentuan Tuhan,� tuturnya.

Ujar anak bongsu daripada enam beradik ini lagi, sejak tiga bulan
lalu beliau menjadikan rumah dua tingkat yang terletak di Fettes Park
dekat Tanjung Bungah sebagai pejabat dan lokasi bertemu klien.
Bagaimanapun sesekali beliau turut berada di sebuah tokong lama berusia kira-kira 150 tahun di Relau untuk mengubati pelanggan.

Kuil yang terletak tidak jauh dari sebuah banglo usang yang didakwa
banyak pihak sebagai berpenunggu itu bagaimanapun telah �dibersihkan�
dan sering menerima pelawat.
Sepanjang pengalamannya, peristiwa paling sukar dihadapi ialah semasa
�penyucian� sebuah rumah yang didiami satu keluarga di Johor Bahru yang
menjadi mangsa gangguan jin.
Katanya, jin tersebut berbuat demikian agar rumah tersebut
ditinggalkan dan itu merupakan cara biasa makhluk halus mencari
kediaman.

Ditanya tentang kawasan �keras� di Pulau Mutiara, jawapan ringkas
Q-Leng adalah tanah perkuburan, rumah tinggal atau kawasan yang jauh
daripada manusia kerana di situlah banyak �kuasa kotor� atau roh jahat.
�Kuasa atau roh jahat ini juga mudah mendekati tiga jenis individu iaitu penagih dadah, kaki botol serta kaki perempuan.
�Nasihat saya, jauhilah perkara-perkara ini,� ujar beliau.



Sumber
Kisah Misteri - Lelaki Gigi Rongak

Kisah Misteri - Lelaki Gigi Rongak

SEHINGGA pukul 11 malam Razi masih belum membuat keputusan untuk balik ke kampungnya di Pulau Sebang di Melaka. Tidaklah jauh sangat dari Kuala Lumpur ke Pulau Sebang, dalam 2 jam setengah pun boleh sampai. Anak dan isterinya sudah balik seminggu lebih awal, kerana persediaan adiknya yang akan berkahwin. Serba salah juga dia sama ada mahu balik malam itu juga atau pada esok paginya. Maklum sajalah kalau balik pada malam itu pun tidak ada gunanya kerana majlis pernikahan sudah pun berlangsung kira-kira pukul 9.30 malamnya. Dia sudah berjanji dengan isterinya Ani untuk balik juga ke Pulau Sebang pada malam tersebut, tetapi tidak jadi disebabkan urusannya dengan seorang kontraktor tidak selesai.
Kontraktor itu mengajak makan terlebih dahulu di sebuah restoran. Kalau dia menolak pelawaan kontraktor itu juga tidak berapa sedap, kerana mereka berdua sudah berkawan lama. Lagi pun upacara pernikahan tidaklah berapa penting sangat, kerana yang menikah itu adik isterinya. Lainlah kalau adiknya sendiri, tentulah dia penting untuk hadir sama sebagai wali kerana ayahnya sudah lama meninggal dunia. Sebab itu Razi memenuhi pelawaan kawannya itu untuk makan malam. Bersama kawannya itu adalah lagi lima enam orang rakan berniaganya makan bersama, kerana mereka mahu berkenalan juga dengan pegawai muda seperti Razi. 

Dalam masa makan itu masing-masing bercerita juga mengenai cerita di tv yang sangat menarik. Salah seorang darinya bercerita pula mengenai pengalaman seorang kawannya terserempak dengan langsuyar semasa balik ke rumahnya di Cheras. Tetapi Razi kurang yakin dengan cerita itu. "Zaman moden ni mana ada langsuyar" Razi tidak percaya dengan cerita kawannya itu. "Itu saya tak tau laa Encik Razi" jelasnya tersengih-sengih. "Tapi kawan saya tu ternampak seorang perempuan mahu menumpang motosikalnya. Bila perempuan tu dah naik, dia pun mengilai menyebabkan kawan saya itu terbabas jatuh motor" katanya mempertahankan kebenaran ceritanya.

Geli benar hati Razi mendengar cerita kawannya itu. Dalam zaman moden demikian pun masih ada juga orang mempercayai akan ujudnya langsuyar mengganggu manusia. Tetapi untuk menjaga hati kawannya itu dia tidaklah terus berhujah. Dia hanya tersengih-sengih saja mendengar cerita kawannya itu. "Selalu orang terjumpa langsuyar di kawasan Cheras tu" ujar kawannya itu. "Di situ ada kubur?" seorang kawan Cina bertanya. "Memang di situ ada kubur" katanya mengerutkan dahi. "Bukan kubur Melayu saja, kubur Cina pun ada, kubur Kristian pun ada" jelasnya lagi.

Razi tersengih-sengih. Di Kuala Lumpur ini pun masih ada orang yang percaya tentang kemunculan langsuyar. Lainlah kalau kampung-kampung yang masih terdapat pohon-pohon rimbun, pokok-pokok nyiur yang tinggi melambai dan suasana malam yang sepi. Semua keadaan tersebut boleh menimbulkan ketakutan kepada mereka yang lemah semangat. Di Kuala Lumpur suasana seperti itu tidak ada lagi. Cahaya lampu terang benderang di kiri kanan jalan. Kereta menderu di jalan raya sehingga sampai ke subuh, suasana tidak pernah sepi dengan lori-lori mengangkut barang bergema membelah malam. Masakan langsuyar berani muncul dalam keadaan seperti ini. 

"Awak pernah jumpa langsuyar?" Razi menduga. Kawan itu menggeleng kepala. Dia sendiri tidak pernah bertemu dengan langsuyar cuma mendengar cerita dari kawan-kawan saja. Razi ketawa kecil mendengar jawapan kawannya itu. Macam mana kawan itu boleh percaya sangat sedangkan dia tidak pernah berjumpa. Sekadar mendengar cerita orang saja tidak boleh diterima sangat, kadangkala kilauan bayang pun mereka kata langsuyar disebabkan mereka lemah semangat. Apabila balik dari makan di restoran berkenaan, Razi pun balik ke rumahnya di Ampang. Mula-mula dia merasa tidak dapat tidur, boleh bangun pagi sedikit, dan sempat sampai ke rumah mertuanya di Pulau Sebang kira-kira pukul 8.30 pagi. Selepas subuh, bolehlah terus bertolak balik. Hingga pukul 11 malam dia merasa gelisah kerana tidak memenuhi janjinya kepada isterinya untuk balik kalau tidak ada apa-apa urusan lain, sebaliknya kalau ada hal dia akan cuba sampai ke Pulau Sebang jam 8.30 pagi besoknya.
Kerana hatinya berkata-kata lantas Razi mengambil keputusan untuk balik saja ke Pulau Sebang malam itu juga. Sebelum balik dia datang dulu ke rumah saya, kira-kira hampir jam 12 tengah malam dia sampai ke rumah saya. Ia memang selalu juga datang ke rumah saya tidak kira pukul berapa pun. Memang dia tahu saya tidak pernah merasa terganggu kalau ada orang datang pada tengah malam demikian. Saya masih membaca buku semasa dia datang memberi salam. Saya pelawa dia masuk, tetapi dia bercakap dari dalam kereta saja. "Saya nak balik malam ni juga Ustaz" dia memberitahu. "Kata nak balik besok" isteri saya memotong sebaik saja tercegat di belakang saya."Balik jengah muka, nanti apa pula kata orang kalau besok baru nampak muka" ujarnya tersengih-sengih. "Kau, balik seorang saja?" tanya saya. "Ya Ustaz" sahutnya masih tidak keluar dari kereta. "Jadi besok Ustaz datang ya, jangan tidak pula. Nanti, masam pula muka orang rumah saya" katanya mengingatkan.

Isterinya Ani berkuat mengajak saya ke majlis kahwin adiknya itu. Sebab itu dia desak Razi supaya datang dengan membawa keluarga saya sekali sekiranya balik pada sebelah pagi Ahad. Malah Ani sendiri lebih suka Razi balik pada hari Ahad daripada petang Sabtu. Pada mulanya Razi bercadang mahu balik pada pagi Ahad, tetapi bila mengenangkan akan bertolak jam 6 pagi, tentulah tidak sedap mengajak saya bersama pada pagi demikian. Kalau mahu pukul 10 pagi pula, dia bimbang dituduh tidak mengambil berat hal keluarga isterinya. Ini semualah yang menjadi serba salah kepadanya.
Saya pun bersetuju akan pergi sendiri pada besoknya. Hubungan kami sekeluarga dengan keluarga mereka amat baik, jadi tidak sedaplah kalau tidak memenuhi permintaannya. Malah Ani sudah 'mengagih'kan anak lelakinya kepada saya. Pada mulanya budak itu sakit saja, tetapi selepas dibawa berjumpa saya, Alhamdulillah budak itu sihat. Itulah pun puncanya kami berkawan rapat. "Saya balik dulu Ustaz, jadi besok saya jemput Ustaz ye!" katanya tersengih-sengih. "Malam-malam macam ni kalau mengantuk berhenti, tidur dulu. Lepas tu kalau nak jalan, baru jalan pulak" ujar saya supaya dia tidak tergopoh-gapah mahu cepat sampai. "Baiklah..." dia memberi pengakuan.

Apabila dia meninggalkan rumah saya, Razi tidak ke mana-mana lagi. Dia teruslah balik mengikut highway Seremban. Ketika ini memang jam lebih 12 tengah malam. Cuaca juga sejuk, dan kereta juga tidak banyak lagi lalu lalang. Selepasa tol Kuala Lumpur, hujan mulai turun renyai-renyai. Razi tidak berani melarikan keretanya laju-laju kerana bimbang jalan licin. Dia memang selalu mendengar nasihat saya iaitu apabila membawa kereta janganlah terlalu laju. Walaupun pada sebelah malam demikian jalannya lapang, tetapi tidak ada gunanya membawa kereta terlalu laju. Apa sangat mahu dikejar cepat-cepat, kerana tidak ada apa-apa yang mesti disegerakan. Kalau mahu mengejar majlis pernikahan, upacara tersebut sudah pun selesai, mungkin jam 10 malam lagi. Dia sampai di Pulau Sebang pun tentu semua orang sudah tidur, kalau ada yang berjaga pun hanya budak-budak main terup di penanggah. Mereka ini sengaja berjaga supaya penanggah tidak diganggu anjing atau apa-apa.

Hujan renyai-renyai tidak berhenti sepanjang perjalanan itu. Bagaimanapun ada juga kereta yang laju hingga memotong keretanya. "Hah, nak mampus agaknya bawa kereta laju-laju" rungut Razi apabila keretanya dipotong oleh sebuah kereta BMW. Jalan lurus di highway itu tidaklah cepat sangat hilang cahaya lampu kereta di depan. Lama juga baru lampu kereta BMW yang memotongnya hilang dari pandangan. Dalam masa dia memarahi kereta laju itu tiba-tiba saja seorang pemuda menunggang motorsikal memakai jaket hitam memotong keretanya. Berani sangat penunggang motorsikal itu melarikan motorsikal demikian lajunya pada malam tersebut, apalagi tatkala hujan renyai-renyai.

"Celaka motor ni, nak mampus lari laju-laju" gerutunya kerana meradang sangat dengan sikap penunggang motorsikal yang berani melarikan motorsikal terlampau laju dalam hujan renyai-renyai dan tengah malam pula. Motorsikal itu juga lenyap dalam kegelapan malam, mungkin kerana larinya terlalu laju meninggalkan kereta dia jauh di belakang, mungkin juga cuaca terlampau gelap kerana hujan renyai-renyai turun tidak berhenti. Dari cahaya lampu keretanya memang hujan yang turun itu nampak jatuh halus-halus menimpa cermin keretanya. Sebab itu dia tidak nampak pandangan jauh di hadapan. Walaupun tengah malam masih ada juga kereta lalu lalang sama ada di jalan menuju ke Seremban, begitu juga jalan menuju ke Kuala Lumpur. Kadang-kala dia perlu juga berhati-hati kerana ada tempat-tempatnya jalan sedang dibaiki. Berjalan berkereta pada waktu malam mata mesti cekap memerhati.

Tidak terasa pula mengantuk pada Razi. Untuk menghilangkan rasa mengantuk dia membunyikan radio.Setidak-tidaknya boleh juga mendengar siaran warta berita pendek atau ada juga lagu-lagu hiburan. Kalau dipasang kaset lagunya balik-balik itu saja. Lagi pun Razi lebih gemar mendengar radio dari kaset, kecuali kalau berjalan bersama isterinya, Ani lebih gemar mendengar kaset. Melepasi saja simpang ke Bangi, Razi nampak dari cahaya lampu keretanya seorang pemuda menahan keretanya. Ternyata pemuda itu di dalam kesusahan kerana motorsikalnya rosak. Dia cam betul bahawa pemuda itu adalah penunggang motorsikal yang memotong keretanya tadi.

"Tolonglah saya bang" kata pemuda itu merayu "Sampai kat simpang Nilai cukuplah" ujarnya mahu menumpang kereta Razi. Mula-mula curiga juga Razi, mana tahu perompak yang sengaja menyamar meminta pertolongan. Kemudian apabila sampai di pertengahan jalan kawan-kawannya sudah menunggu. Sudah tentu dia terperangkap dengan tipu muslihat perompak begini. Bagaimanapun dia sudah behenti apabila ditahan oleh pemuda berkenaan. Serba salah juga dia kalau menolak permintaan pemuda itu. "Janganlah takut bang, saya bukannya budak jahat" dia semacam tahu apa yang difikirkan oleh Razi. "Motor saya buat hal pulak, saya nak balik ke Nilai. Saya kerja Polis Bandaraya, janganlah abang bimbang" katanya membuka jaket hitamnya. Memang benar dia memakai uniform polis bandaraya. Setelah merasa yakin pemuda itu tidak berbohong, dia pun membenarkannya menumpang.

"Nanti, saya letakkan motor saya ke dalam sikit" katanya tersengih menampakkan giginya yang rongak. Kemudian dia menolak motorsikal itu ke lorong tempat jual buah-buahan. Setelah merasakan motorsikalnya selamat dan tidak akan diusik orang, pemuda itu naik ke kereta Razi. "Malam-malam macam ni mana nak cari Formen" keluhnya lantas menghulurkan tangan bersalaman dengan Razi. "Nama saya Jenal, duduk kat Nilai. Berulang-alik aje kerja di Kuala Lumpur" jelasnya sambil membetulkan leher baju uniformnya. Jaket hitamnya diribanya saja. "Saya Razi" beritahu Razi perlahan. "Abang nak ke mana?" tanyanya pula. "Balik kampung" ujar Razi. "Kampung abang di mana?" dia menyandarkan badannya. "Pulau Sebang" beritahu Razi ramah. Dia sudah yakin bahawa pemuda itu seorang polis bandaraya, bukan perompak.

"Berjalan malam macam ni, perompak saya tak takut" kata Jenal tersengih-sengih menghadapkan mukanya kepada Razi. Jelas pada Razi giginya rongak apabila dia tersengih-sengih itu. "Habis awak takut apa?" Razi menduga. Dia tidak terus menjawab, tetapi kepalanya berlenggok-lenggok mengikut irama lagu di radio. "Awak takut apa?" ulangi Razi mahukan kepastian. Berjalan di waktu malam tentulah mereka bimbang perompak. Mana tahu mereka menanti di mana-mana, kerana perjalanan jauh seperti ini kereta tidak banyak lalu lalang. Kalau terjadi rompakan sesiapa pun sukar mendapat bantuan segera. Apa lagi kalau kereta dilarikan nescaya mereka akan terlonta-lonta mencari pertolongan. Mungkin peronda lebuhraya ada membuat  rondaan, tetapi mereka sukar mengesan kejadian-kejadian sedemikian.

"Awak tak takut perompak?" tanya Razi lagi. "Tak, saya tak takut" ujar Jenal terangguk-angguk. "Tapi, saya takut kalau ada hantu, mana kita boleh lawan dia, sebab dia makhluk halus" jelasnya macam ketakutan. "Jangan awak percaya benda-benda tahyol tu, Jenal" Razi menasihatkannya. Jenal terdiam bila Razi mengatakan dia tak percaya kepada tahyol. Dia merenung ke hadapan saja memerhati cermin kereta ditimpa titis-titis hujan yang halus. "Kawan saya dah kena bang" beritahu Jenal perlahan seolah-olah mengingatkan sesuatu. "Dekat simpang Nilai itulah kawan saya kena. Dia pakai motorsikal sayalah, lalu di situ hari malam" katanya menyeringai menampakkan giginya yang rongak berkarat. Apabila dia mengangakan mulut terbau juga bau busuk wap mulutnya oleh Razi. Dia terangguk-angguk merenung cermin kereta ditimpa titis-titis hujan halus. Sekali-sekala Razi mengerling juga ke arahnya sambil tersenyum seolah-seolah mengejek pemuda itu yang percaya sangat cerita-cerita tahyol. Malah sejak di restoran tadi Razi sudah diceritakan perkara-perkara tahyol demikian.

Hendak dikatakan dia tidak percaya langsung juga tidak boleh. Ketika anaknya selalu sakit-sakit saja, Ani mendesaknya berubat cara kampung. Sudah dibawa ke klinik pakar pun, namun doktor tidak dapat memberi jawapan yang tepat. Kepala anaknya tumbuh bisul yang boleh beralih-alih benjolnya. Apabila doktor mahu mengambil keputusan untuk dibedah saja, Ani berkeras tidak mahu. Dia bimbang anaknya akan cacat akal kerana sakit di kepala tidak boleh dipandang ringan. Ani mendesaknya supaya anaknya dibawa berubat di mana-mana. Kebetulan jirannya itu teman baik saya, maka teman baik itulah mengesyurkan Ani supaya menemui saya. Kebetulan pula dengan izin Allah, setelah saya doakan sedikit kemudian meminta dia menukar nama anaknya yang sedap didengar tetapi ertinya dalam Bahasa Melayu tidak berapa baik, mudah-mudahan sembuh pula. Budak itu sihat sampai sudah bersekolah pun tidak pernah lagi sakit. Sebab itulah dia 'agih'kan budak itu pada saya mengikut kepercayaan orang-orang Melayu di kampung.Tetapi kalau tidak di"agihkan' pun tak mengapa.

Apa yang terjadi pada anaknya ini tidak pula dianggap tahyol oleh Razi, tapi kalau cerita-cerita lain terutamanya mengenai hantu saja cepat dia mengatakan tahyol. Dia tidaklah pula memberi alasan mengapa perkara itu tahyol, sebaliknya tidak percaya saja cerita-cerita mengenainya. Dengan Jenal pemuda gigi rongak yang menumpangnya itu pun Razi tetap dengan pendiriannya tidak percaya cerita-cerita tahyol itu. "Dekat simpang Nilai tu, memang selalu orang jumpa bang" tegas Jenal mahu meyakinkan Razi. "Kawan saya ditahan oleh perempuan kat situ. Dia bawa perempuan tu naik motor saya" dia menambah. Tersengih-sengih Razi mendengarnya cerita pemuda gigi rongak di sebelahnya. Mungkin pemuda itu sengaja mahu menakut-nakutkan dia saja, atau kerana terlalu percaya kepada cerita-ceriya tahyol. Mahu juga dia menempelak Jenal, tetapi tidak mahu pula mengecilkan hati kawan yang baru dikenalinya itu. "Lepas tu dia terbau wangi sangat" ujarnya tidak beralih memerhati cermin kereta ditimpa titis-titis hujan halus. "Apa lagi perempuan itu pun mengilai laaaa" katanya ketawa kecil hingga wap mulutnya berbau busuk.

Cerita Jenal itu sudah kerapkali didengar oleh Razi. Masa makan malam di restoran tadi pun kawannya yang datang bersama kontraktor itu pun menceritakan perempuan menumpang motorsikal kawannya yang mahu balik ke Cheras. Sampai berhampiran dengan tanah perkuburan dia terbau wangi, kemudian perempuan yang membonceng motorsikalnya itu mengilai terus hilang dari pandangan. Sebab itulah motorsikalnya terbabas melanggar batu di tepi jalan. Jenal juga mempunyai cerita yang seakan-akan sama, hanya tempat kejadian saja berlainan. Kawan Jenal itu juga jatuh terbabas melanggar tebing jalan setelah perempuan itu mengilai, kemudian hilang seolah-olah asap yang berkumpul ke udara. Seminggu kawannya itu terlantar di hospital besar Seremban. Sejak motorsikalnya itu kemalangan selalu saja motorsikalnya meragam.

Tetapi Jenal tidak peduli. Kalau motorsikalnya meragam pada waktu tengah malam apabila balik dari kerja, memang dia tinggalkan saja di tepi jalan. Besokya baru dia datang menengok. Dia tidak bimbang kalau orang mahu mencuri motorsikalnya. Selagi motorsikalnya boleh dipakai dia tidak akan mengganti baru. "Sekarang cari duit susah, bang" beritahunya menjuihkan bibir. "Boleh pakai kita pakai dulu, rosak sikit-sikit kita repair" jelasnya tegas. Razi menggangguk. Dia setuju juga dengan pendapat Jenal. Lebih baik dibaiki saja motorsikalnya kalau boleh digunakan. Lainlah kalau rosaknya sudah terlalu teruk, memang elok ditukar baru kalau duitnya mencukupi. Dalam masa duit perlu digunakan kepada hal-hal yang lebih manafaat, perkara menukar motorsikal itu memang baik dikemudiankan.

Tidak sangka pula dia bertemu kawan yang ramah di jalan. Kalau tidak ada Jenal menumpangnya, mungkin dia kesunyian juga. Ada Jenal di situ, ada jugalah kawan untuk dilawan berbual. Tidaklah sunyi sangat, walaupun Jenal lebih suka bercakap mengenai cerita-cerita tahyol saja. "Sekarang dah dekat dengan simpang Nilai bang" Jenal menepuk bahu Razi. "Abang tak payah hantar saya ke dalam, turun kat simpang cukuplah" dia merendahkan diri. "Tak apa, kalau jauh ke dalam biarlah saya hantar" Razi menawarkan diri. "Tak apalah bang, terima kasih sangatlah. Rumah saya dekat aje dari simpang tu" katanya. "Awak tak takut ke apa-apa?" Razi cuba mengusik. Jenal tertawa terbahak-bahak usikan Razi. Dia seolah-olah tahu Razi sengaja mempersendakan ceritanya tadi. Tetapi dia tidak berkecil hati. Dia tetap melayan dengan mesra usikan Razi itu. "Kalau langsuyar tu perempuan, lebih baik saya pinang aje, buat apa takut" dia masih ketawa terkekeh-kekeh. Razi juga ketawa dengan telatah kawan barunya itu. Tidak sangka pula Jenal pandai bergurau. Dari tutur katanya memang dia percaya Jenal seorang yang ramah dan mudah dijadikan kawan. Ada saja cerita hendak dibualkannya.

Simpang ke Nilai kira-kira masih ada 500 meter di hadapan. Kasihan juga hati Razi kalau mahu menurunkan Jenal di kepala simpang. Apalah salahnya kalau dia menolong sesama insan tatkala dia memerlukan pertolongan demikian. Hari sudah jauh malam sudah tentulah dia keseorangan mahu berjalan merempuh kegelapan, di samping hujan turun renyai-renyai. Masakan Jenal budak jahat mahu merompak dia, dengan kawan-kawannya sudah menunggu di kepala simpang tersebut. Lagi pun apa sangat mahu dirompak oleh Jenal darinya. Perompak juga bukanlah merompak tidak mengira mangsa, mereka tentunya merompak mangsa yang telah diekori terlebih dulu. Mereka sudah tahu berapa hasil rompakannya apabila menahan mangsanya. Sebab itulah dia bersedia untuk menghantar Jenal sampai ke pekan Nilai. Lagipun pekan Nilai tidaklah jauh dari simpang tersebut. Selepas menghantar Jenal dia boleh balik semula untuk terus ke Pulau Sebang.

"Saya boleh hantarkan awak, hari hujan tu..." beritahu Razi bila sudah ternampak papan tanda menunjukkan simpang ke Nilai lebih kurang 500 kilometer. "Tak apalah bang, hati abang ni cukup baik sangat. Cukuplah turunkan saya di kepala simpang" Jenal tetap merendahkan diri. "Tak takut perempuan tunggu di situ?" Razi tersengih-sengih mengusiknya. "Ah, saya dah biasa dengan hantu-hantu ni, bang" dia tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. "Awak pernah tengok hantu ke?" tanya Razi selamba. "Memang pernah bang" beritahu Jenal masih juga tertawa. "Macam mana rupanya?" Razi sengaja mengusik lagi. "Macam sayalah" katanya ketawa lebih nyaring. Razi berpaling melihat Jenal, kerana pemuda itu mengatakan rupa hantu seperti rupanya. Ketawanya nyaring tidak sama seperti mula-mula tadi. Apabila Razi melihat Jenal hatinya berdebar. Pemuda di sebelahnya tadi sudah berbau lebih busuk, matanya macam bola api di kaca, tulang pipinya tersembul keluar, rambutnya ada tompok-tompok darah. Kepalanya seolah-olah tengkorak yang mengerikan.

Terpaku Razi melihat kawan di sebelahnya itu. Dia tidak dapat mengawal keretanya lagi, lantas merempuh batu divider jalan. Keretanya melambung sampai lima enam kali terbalik. Esoknya bila saya dan keluarga pergi ke majlis perkahwinan adik Ani di Pulau Sebang, saya diberitahu Razi terlibat dalam kemalangan semasa balik pada sebelah malamnya. Majlis perkahwinan itu diteruskan juga walaupun Razi dimasukkan ke hospital besar Seremban. Selepas majlis perkahwinan itu, saya bersama-sama Ani melawat Razi di hospital. Ketika saya sampai Razi sudah sedar. Dia sudah boleh berkata-kata walaupun kakinya bersimen. Kepalanya juga cedera dan masih berbalut. Bagaimanapun dia sempat menceritakan pengalamannya itu kepada saya.

"Itulah awak, sikit-sikit tahyol, sikit-sikit tahyol" Ani mengejek dia. Tetapi Razi tidak menyahut. Dia mula memikirkan tentang cerita-cerita yang dikatakkan tahyol sebelum ini. Sepanjang dia bercerita dengan saya itu, dia seolah-olah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Macam rasa mimpi aje, Ustaz" katanya menahan kesakitan yang dideritainya. Saya hanya tersenyum saja mendengar ceritaya. Kerana perkara-perkara demikian memang sukar mahu diceritakan kepada orang lain, kecuali orang yang pernah mengalaminya saja dapat memahaminya. "Ada orang cakap, tempat saya jumpa budak tu, tempat orang mati eksiden motorsikal dulu. Dah ada juga dua tiga orang terjumpa hal macam saya ni" jelas Razi lagi macam kesal sangat mengambil keputusan terburu-buru balik pada sebelah malam tadinya. Saya mengangguk-anggukkan kepala saja, kerana ceritanya seperti Razi ini, tidak ada yang mustahilnya kepada saya. Semua boleh berlaku dengan izin Allah.


Sumber

Kisah Seram - Hotel Putra Brasmana

Kejadian seram di Hotel Putra Brasmana, Kuala perlis



Sabtu masa kitorg menginap kt Hotel Putra Brasmana lepas dorg jemput aku tu, rupanya ada kisah misteri yg bukan aku sorg je yg kena:) Masa kat umah ni, tengah makan2, abah tiba2 buka cerita. Abah cakap, masa tidur kat hotel tu, ada 'benda' tepuk bahu dia. Sebelah abah ada laluan kt katil tu. So mustahil kalau nak kata adik aku yg ter mengigau ke, dia punya tangan ke yg terkena.


Aku pun buka la cerita juga. Cmni, kitorg ambik bilik berkembar yg boleh buka pintu sebelah menyebelah tu. Ayah aku tidur dengan adik aku kt bilik sebelah. Abang dgn adik aku sorg lagi tu tidur kt bilik sama dgn aku sebab dorg nak tengok bola. Aku tidur awal sebab nak bangun kejap lagi. Sebab kat poli pun aku cmtu, tidur awal untuk stay sampai pagi.

Aku tiba2 terjaga, tv bilik aku mmg dorg tak tutup. So siaran bola tu terbuka cmtu jela. Volume tv slow je.
Tiba2 aku terdengar kt bilik ayah aku tidur, ada bunyi orang main tekan2 suis tv tu. Pastu dengan tv terbuka siaran rosak. Tak kan la ayah aku nak main2 suis tv kot. Padahal ayah aku tidur masa tu. Aku dengar bunyi orang kibas2 surat khabar. bila bunyi dah makin pelik..aku pun bangun jela.

Tapi, aku bangun bukan utk ke bilik sebelah, aku bangun cari remote utk kuatkan volume tv. Yg aku pelik, aku tak rasa seram sangat, sikit tu  ada lah.. Tapi diri aku seakan tak nak gerak pergi bilik sebelah. Selalunya kalau tidur kat mana2 hotel, dengar pelik sikit je, mesti aku akan pergi tempat yg ada bunyi pelik tu. Bila dah kuatkan volume tv, aku pun tertidur macam biasa.

Tiba2 masa kt umah ni, adik aku lak buka cerita. Muka dia nampak takut. Mula2 dia tak nk cerita sebab dia takut kitorg ingat dia main2 je. Paksa dia cerita, dia pun cakap la. Masa malam tu, dia tengah tulis diari kat katil bilik ayah aku tidur tu. Sebelah katil kan ada balkoni. Tiba2 dia terdengar bunyi ketukan kt sliding door arah balkoni tu. Bila dia pandang, benda putih nampak macam terbang keluar dari situ. Dia kata tengah fokus tulis diari sbb tu dia tak rasa apa2. Dia ingat tu orang yg nak kacau kat balkoni-,-'

Nampak sangat otak budak2. Mana boleh orang naik ke balkoni aras 3 tu-,-'' . Kira nya, cerita bersambung-sambung la, lepas adik aku, baru ayah aku kena pastu aku lak yg kena. huhh..

Masa nak booking hotel tu pun org tu dah kata bilik tu je tinggal. Kitorg pun tak tau apa, pergi ambik jela. Tak sangka pulak cmtu jadinya. Dengan sensor suiz utama rosak dengan tiba2 nya kat dua2 bilik. Hotel tu hotel 4 bintang tapi perkhidmatan macam hotel bajet je.

Lagisatu, toilet dekat bilik aku bau pelik. Bau busuk yg teramat. Bukan busuk sebab ada orang pakai ke, masalahnya dah cuci pakai sabun pun still bau bangkai.

Lepas ni mmg kitorg tak kan duduk hotel tu lagi dah. Cukup la sekali.

Aku buat research pasal hotel tu.. tiba2 terjumpa si blogger ni cerita pasal pengalaman dia kat hotel tu.
Cerita Hantu - HANTU SENGIH DALAM LIFT OPIS..

Cerita Hantu - HANTU SENGIH DALAM LIFT OPIS..

Kisah seram ini aku dengar masa bekerja di tempat lama di salah sebuah agensi kerajaan di putrajaya...cerita ni pendek jer tapi memberi impak sadis dan seram gaban kepada aku yg mendengarnya....begini ceritanya....ada seorang kakak opis ni kira cun dan bergaya jugak orangnya...hobinya suka menyanyi tak kira di mana jua beliau berada...di pejabat, tandas, lobi, padang da lain2 trmasuklah dalam lift.

Suatu hari kakak ni kena balik lewat sikit sebab nak menghabiskan kerja yag disuruh oleh boss beliau...nak kata lewat sangat pun tidak lerr...dekat2 nak senja jugak lerr....lepas dah settle semua dia pun berkemas2 untuk balik....oleh kerana kerja beliau telah settle dengan jayanya maka kakak ini pun tersangatlah happynya sambil menyanyi2 sepanjang perjalanannya ke lift..dia nyanyi takdelah kuat mana pun..ala2 sekadar mendengar sendiri...

Waktu tu memang sunyi giler..time2 mcm tu mmg ramai yang dah balik...kakak tu pun menekan lift untuk turun...sekali...bunyi ting...lift pun terbuka...kakak tu masuk ke dalam lift sambil menyanyi lagi....untuk pengetahuan semua, dalam lift tu dipenuhi cermin...apa lagi kakak tu pun menyanyi sambil melihat cermin...mungkin nak tgk sama muka dia cun lagi ke tak.....

tiba2.....

tiba2...

jeng-jeng...

kakak tu mmg nampak dia berdiri dalam cermin tu...tetapi....'dia' yang di dalam cermin tu tak buat mcm apa yg dia sedang buat pada ketika itu....'dia' yang didalam cermin itu sedang tersengih2 sambil tangan menutup mulut menahan sengih..sedangkan dia...maksud aku tangan dia berada di sisi....alamak..cuba korang bayangkan situasi ini...apa lagi...kakak tu pun mencanak berlari keluar dari lift sebaik sahaja lift terbuka.....

sejak kejadian itu, maka ramailah yg takut naik lift sorang termasuklah aku...dan kalau terpaksa naik sorang pun aku mesti terbayang saat2 mencemaskan kakak itu...

-SEKIAN-


Sumber
Kisah Seram - Kena Buatan

Kisah Seram - Kena Buatan

Aku nak share dengan korang cerita semasa aku bekerja dekat salah satu syarikat telekomunikasi..kejadian ni berlaku selepas setahun aku berkhidmat..call center aku ramai lelaki..kalo perempuan pon..hampir sumenye da kawen..jadi yang available masa tu bape orang je..termasuk laa aku..hihi

nak dijadikan cerita april tahun 2011, aku jatuh sakit..well masa tu aku sakit lugwig agina. admit masuk ICU..lama jugak la..12hari di ICU dan hampir 3minggu di wad biasa..masa aku sakit ramai la yang datang melawat..kat tempat keje aku rapat dengan geng2 aku je..hampir sumenye lelaki..hihi..yang aku paling ngam sekali dengan adam..

geng aku ni kaki karok..pantang dapat gaji..mesti g karok..so,satu hari tu..si haikal nak join..haikal ni same syif ngan kita orang cuma dia ni bahagian lain..aku tak kesah laa..lagi ramai lagi jimat nak tong2 kan...masa tu la,haikal ni selalu gak kuar dengan geng aku..kalo lepak smoke..mesti dia ada..

masa aku sakit..adam,haikal dan yang lain2 ada datang melawat..aku kuar je hospital..aku dapat mc 2 weeks.bosan gile duduk umah..mana tak nye..hampir sebulan dalam hospital..and the next day..aku dtg tempat keje aku..melepak..haikal ajak aku kuar makan..aku tak nak laa berdua dengan dia je..aku pon ajak laa adam n amy..lepas kite orang lunch..aku pon balik umah..sebab tak sedap badan..

terjadi laa kisah aku merana sebab sakit..mc aku pon tak sempat abes..aku kena masuk wad semula..nak ambulan..sebab masa tu family aku cakap aku dah tak sedar diri..meracau..orang cakap apa pon aku dah tak kesah..masa kat wad..kaki tangan aku diikat kat katil..masa tu memang aku tak ingat apa..mak aku ckp die pon seram tgk mata aku..pandang orang mcm nak telan..

4hari lepas tu baru aku sedar..doctor ckp kat family aku..aku kena jangkitan kuman di paru2 dan otak..kalo lambat cikit..aku maybe lost memory..tapi bila aku sedar je..aku tak leh bercakap..suara kuar tapi sepatah haram pon orang tak faham aku cakap..kaki dan tangan aku lemah..nak jalan..nak suap makan..nak taip sms..sume tak bole..

sakit nya aku masa tu hanya ALLAh je yang tahu..setiap malam ayah aku teman kan aku di hospital sebab aku akan meracau dalam keadaan tak sedarkan diri..siang pulak mak aku jaga..aku menangis sakit..dengan tak boleh bercakap..dengan tangan kaki tak bole bergerak..masa ni memang aku tak larat..sakit kat ICU pon tak macam ni sakitnye..

dan ada satu malam tu..aku mimpi..ada orang macam bomoh pakai pakaian jawa..datang dalam mimpi aku..dia paksa aku kawen dengan anak dia..aku mesti la tak nak..mimpi tu berturut2..last sekali aku mimpi orang tu..dia cakap..kalo tak da sapa selamatkan ko..ko milik aku..!

takut..tapi masa tu aku tak pikir apa..mungkin mainan tido je..bila family uncle aku datang..aku cube sampai kan pada pakcik aku..dalam payah aku tak bercakap..dalam keadaan aku yang tak mampu nak tulis..akhirnya..uncle aku paham..dia risau gak..dia cakap napa tak cakap dgn mak ayah..aku diam je..nak cakap dgn pakcik aku pon amek masa setengah jam..ni kan pulak nak cerita dua tiga kali..

lepas aku keluar je dari wad..aku masih lagi tak mampu nak berjalan..apatah lagi nak bercakap..makan pon nenek aku yang suapkan..aku hanya fikir mungkin kesan operation nak fikir selain dari itu..tak pernah terlintas pulak..sampai la uncle aku tergerak hati nak bawa aku berubat tradisional..uncle aku cakap cube tengok badan aku..kot2 ada kesan lebam..tapi tak ada..

aku tido malam..masih lagi meracau..uncle aku tak sampai hati tengok keadaan aku yang macam tak tentu arah..dia bawa aku berubat..bertemankan kawan uncle dan nenek aku..dalam perjalanan aku ke tempat berubat tu..kawan uncle call pakcik yang berubat ni tapi yg ni bukan pakcik yang aku nak pergi berubat..

dia mintak nama penuh aku siap sekali dengan nama bapak aku..n then dia cakap aku kena buatan orang..da teruk..cepat bawa g berubat..dia tanya aku ada mimpi ular tak? (masa ni perbualan through phoe) uncle aku yang tolong jawabkan..dia cakap tak ada..pakcik tu cakap bawak la g berubat..dalam telefon ni susah sikit..

perjalanan aku rasa macam lama je..tak senang duduk pon ada..separuh hati aku tak nak g berubat..separuh hati aku cakap..g la berubat..kuar je dari kereta uncle..aku po masuk umah wak..(orang jawa).. dengan di pimpin oleh nenek dan uncle..aku jalan perlahan2..ramai gak menunggu giliran..wak tu pandang aku..dia duduk sebelah.. "kenapa ni?" aku cuba bersuara.."sakit.." tu je perkataan yang mampu aku cakap..nenek aku pon cerita la kat wak tu..

wak tu cakap "mintak izin ye..saya nak pegang cucu nye" nenek aku mengangguk..dia sapu minyak kelapa di tangan dia n then dia pegang tengkuk aku..kemudian die lepaskan..

wak tu menggeleng..hm.."kalo suka cakap suka..kenapa di buat begini?" aku diam la masa wak tu cakap..wak tu cakap lagi.. "ko tunggu ye..wak ubat kan orang lain dulu..inshaallah..wak tolong ko.."

masa aku masuk bilik wak tu..berteman kan uncle,kawan uncle dan nenek aku..wak tu cuba ubatkan aku..cara rawatan dia hanya menggunakan minyak kelapa..dia sapu je kat tengkuk aku..kuar laa pasir halus dan miang rebung..dari tengkuk dan pinggang aku..nenek dan uncle jadi saksi..wak tu cakap "inshaallah ko ok..balik ni mandi dengan limau 9biji..3biji sekali mandi..yang terlakup limau nye ko gune..yang terngadah ko buang.."

aku mengganguk paham..nenek aku tanya..sapa buat dia wak? wak tu pandang aku "ko kenal orang tu.." nenek aku tanya lagi..sapa?? wak tu cakap"aku tak nak sebut nama..cucu ko kenal sape orang tu..kawan keje dia..." aku terdiam..sapa yang dengki dengan aku?! tapi masa tu aku hanya pikir..semoga aku cepat sihat je..orang nak buat aku ke tak ke..terpulang la..uncle aku pulak yang tanya "laki ke pompuan..?" "laki!" jawab wak tu..

dalam perjalanan pulang ke rumah..kawan uncle tu cakap kat dia..budak laki yang buat aku ni ada hati kat aku..tapi mungkin aku tak layan dia sangat kot..tapi dak laki ni dah kawen..aku terdiam..kawen?? budak laki kat opis aku tu bape kerat je da kawen..

selang seminggu lepas aku berubat..aku kena pergi lagi malam tu..masa tu kaki dan tangan aku dah kuat cikit..cuma cakap je xok sangat..siang tu haikal call aku..tanya aku dah sihat ke..bila nak masuk keje..aku borak biasa je..n malam tu bila aku nak g berubat..
aku sampai je umah wak tu..wak tu cepat2 datang kat aku.."sapa call ko?" "ada sapa call ko??" aku angguk..aku cakap laa haikal..sebab masa tu haikal je kawan opis aku yang call aku sebelum aku g berubat..wak tu cakap..dia cuba nak hantar balik..tapi tak pe..wak da pakaikan ko pelindung..

jadi..dalam kepala otak aku..aku hanya syak haikal..lagipon haikal ni da kawen..dan sebelum aku tak sedap badan dulu..aku hanya keluar makan dengan haikal,adam dan amy tapi aku diamkan saja..tak baik pikir buruk pasal orang..family aku tanya aku reject haikal ke..aku cakap tak da la..masa bekerja..aku hanya pikir keje..tak da masa nak bercinta2...

selepas 2bulan berubat..aku kembali seperti sedia kala...alhamdulillah..



Sumber
Cerita Hantu - Pulau Pangkor

Cerita Hantu - Pulau Pangkor

Pangkor Pulau Berhantu

Peristiwa ini terjadi masa aku masih menuntut disalah satu kolej swasta dshah alam.Semasa semester ke4(kalau nda silap la) ...subjek yg kami 'ambik'pada waktu tu tidak la 'power'(susah) sangat,tapi kalau stakat kluar urat2 dikepala tu adala juga.Pada waktu tu,kami tengah mula 'proses' mengumpul dan mengedit data tuk kami 'present' 2 atau 3 minggu lagi.Idea2 yg kami ada pun, semua nda dapat diguna pakai.Tengah kami pening2 mencari idea,adalah sorang member ni.."Hoi jom ki pi Pulau Pangkor,untung2 kita dpt idea nnti"."Ala..jgn la korang nak tipu,korang takkan dpt siap punya la ..bahan tuk presentation nanti".Sambungnya lagik..O ya..org yg sebut ayat ni adalah Johan(nama samaran).Dia ni terkenal sebagai sorang pelawak komedi sepenuh masa dikalangan member2 kelas.Seperti ngantok dihulurkan tilam,kami sebulat suara bersetuju dgn cadangan yg diberikan.Para 'rombongan' ini terdiri drp 4 org sabahan dan sorang selangoran iaitu Budin,Johan,Fendi,Saipul dan aku sendiri.'Tuk' mengelakkan drp diketahui umum(pelajar lain) kami merahsiakan 'perihal' rombongan kami ini drp mrk.

Untuk sampai dr selangor ke Perak dan terus ke Pangkor mengambil ms kira2 3 jam(kalau nda silap la).Sampai jak kami d pangkor, kami tlh mengambil sebuah teksi tuk menghantar kami ke resort yg tlh kami tempah sejak awal lagi dan agak tersembunyi skit drp masyarakat setempat.Tapi apa yg tidak bestnya..tuk pegi ke resort yg akan kami diami tu,kami kena lalui satu kwsn tanah perkuburan.Pd mulanya kami semua tidaklah berasa takut ataupun seram,maklum la hari masih siang. Selepas menyusun semua beg2 dalam bilik,kami mulalah bergembira, mandi manda, bersorak sakan dan mcm2 lagi sementara menunggu hari senja.

Bila mlm menjelma,kws sekitar tempat kami diami agak sunyi dan gelap.Perut pula mula meronta2 minta diisi.'Ha! apa lagi yg korang nak tunggu,jom la..kata nak makan kan..aku bawa korang kat tmpt best".ujar Johan bersungguh2."Jauh ke Johan tmpt tu?"List meminta kepastian."Takla".Jwp Johan Selamba."Ala..jom la..mlm la best ckit nak jalan baru 'thrill'".sambung Johan lagi.Walaupun jam menunjukkan pd pukul 8.30mlm,ada diantara kami yg agak keberatan utk kluar mkn pd mlm itu..maklumla..dkt dgn kwsn perkuburan la katakan.Dgn 'berbekalkan' 3 biji motor kapcai lama,kami meredah malam yg gelap(angker). tu dgn perasaan berani2 takut.Preng...preng..bunyi nyaring moto kapcai kami berbunyi...seakan2 pd mlm itu hanya kami berlima shja yg berani kluar pd malam tu.Setelah jauh perjalanan,naik turun 2 buah bukit,kami pun sampai ketempat 'best' yg telah dinyatakan leh Johan..tupun setelah mengambil masa hampir setengh jam perjalanan.Tempat yg dikatakan 'best' ni..tidaklah begitu best sgt..yg best pun psl tmpt tu bleh berkaraoke.

Setelah hampir sejam makan sambil berkaraoke,kami pun mengambil kputusan tuk berangkat pulang.Pd mulanya..kami tlh bersepakat akan menunggang motor bersama2..dan jgn tinggalkan sesiapa pun bersendirian..entah apa sebab pd mlm tu..dtg gila Johan..terus memecut laju membawa motor mereka(Saipul) meninggalkan kami bertiga.Aku pula tidak mau ketinggalan trus memecut laju ..cuba mengejar mereka.Umpama indah khabar dari rupa..walaupun motor yg aku bawa berbunyi agak nyaring spt mat rempit..tetapi ternyata aku tidak dpt mengejar Johan ngan Saipul."Ah..peduli la mereka,.baik aku sama2 dgn diorang Fendi ngan Budin."Aku ckp sendirian.Bila aku toleh kebelakang,rupa2nya diorang Fendi ngan Budin tidak ada dibelakang..mungkin masih berada dkt gerai tadi.Aku terpaksa menunggu mereka tuk bersama2 naik bukit(takut siot).

Setelah agak jauh ditinggalkan oleh mereka(Johan&Saipul)..tidak jauh dr situ,aku ternampak ada sorang lelaki spt cuba mengejar motor yg dibawa Johan.Bila tidak dpt kejar..lelaki itu bersembunyi pula disebalik pokok kelapa yg tidak jauh didepanku.Aku terpaksa memberhentikan motor ku jauh dari pokok kelapa itu..manala tau takut2 orang tu mungkin kurang siumanka(suspen ga la time ni).Aku mengambil sebatang kayu sebagai alat tuk aku pertahankan diri jika ia cuba menyerang.

Lima minit hampir berlalu..jangankan lubang hidung..bunyi motor pun tidak kedengaran pd mlm itu.Dgn ditemani lampu2 jalan raya..aku memberanikan diri tuk menunggu mrk lima minit lagi.Semasa menunggu,bunyi ombak sayup2 kedengaran tidak jauh dr tmpt aku menunggu.Sesekali bunyi cengkerik dan katak turut menemani ku pd waktu tu.."Nampaknya aku tidak la jg brasa sunyi sangat"kataku sendirian.Sambil memegang erat kayu ditangan aku sentiasa memerhati org yg masih bersembunyi dibelakang pokok kelapa itu.Sekali sekala,'orang' itu terhendap2 melihat kearah ku.Memang Sah!ni mesti orang gila.

5 minit tlh berlalu..aku tidak boleh menunggu lebih lama lagi,.semakin lama aku menunggu,semakin itula aku dpt rasa 'keangkeran' yg mungkin terjadi bila2 masa ..lebih2 lagi aku perlu berhati2 dgn 'orang' yg berada disebalik pokok kelapa itu.Dengan kelajuan 60km sejam,aku membawa motor ku dengan penuh suspen..mata pula masih tertumpu ke pokok kelapa tadi.Apabila berada agak dekat dengan pokok kelapa itu,dengan kayu ditangan kiri..aku bersiap sedia utk segala kemungkinan yg mungkin terjadi.Bila dah dekat...aku agak terkejut kerna tidak ada sorang pun berada disitu.Eh!sejak bila pula orang tu cabut lari.sedangkan setiap masa..aku sentiasa memerhati 'orang' yg terhendap2 disebalik pokok kelapa itu.

Ah sudah!Tiba2 seluruh tubuh badan ku seram sejuk,kpala lutut pla mcm mau tercabut .Seperti orang hilang akal,aku memecut laju motor yg ku bawa agar dpt naik bukit dgn cepat.Seolah2 'orang' itu berada dibelakang ku sambil meniup2 nafasnya ketelingaku.Tidak cukup dgn meniup..aku dpt rasa ia memaut pinggangku(ewah
ni sda lebih ni).Aku tekad,apa ja terjadi pada malam itu..jadilah.Oleh krn gangguan itu,aku berharap motor yang ku bawa terbabas dan aku pula jatuh pengsan..yala..lebih baik pengsan dan tidak 'sedar', daripada kita sedar.. ada makhluk halus yg sedang 'menumpang' dibelakang kita.(SERAM..SIOT)

Setelah agak jauh drp kwsn bukit dan byk 'menyumpah',entah bagaimana aku bleh berada dkwsn(ada byk gerai dan orang ramai) tempt letak kereta..Dalam aku cuba 'menenangkan' diri,aku teringat kembali perkataan 'thrill' dr Johan.Agaknya ini la 'thrill' yg dimaksudkan oleh Johan tadi..kurang asam btul la..ni la kalau mulut celupar..."Nanti ko Johan..aku jumpa ko nanti,aku langgaar buah pinggang ko karang."aku ckp dlm hati sambil 'mengoder' milo ais dari gerai yg berdekatan. 


Sumber
Cerita Hantu - Mak orang ni tak tidur lagi!!

Cerita Hantu - Mak orang ni tak tidur lagi!!

Suatu masa dahulu,pd zaman pendudukan tentera Jepun ditanah Melayu..tinggallah sepasang suami isteri bersama dengan sorang anak perempuan mereka Yanti yg baru berumur 5 tahun.Walaupun mereka hidup dlm penuh kemiskinan,namun begitu mereka kelihatan sungguh bahagia sekali.

Tidak jauh dari tempat tinggal mereka,ada sebuah bangunan terbiar yg dahulunya merupakan ibupejabat tentera british ditanah melayu.Walaupun nampak terbiar,Yanti sangat gemar bermain sembunyi2 bersama dengan rakannya yg lain.Kadang2 Yanti akan meminta emaknya untuk turut serta bermain bersama mereka.Mak jom la kita main sembunyi2"kata Yanti kepada emaknya sambil memaut dan bergayut2 dipaha emaknya.Emaknya hanya tersenyum sahaja dgn kerenah anaknya Yanti.Ha dapat!Mak!kita dpt tangkap orang ni..jom lah kejar".kata Yanti kpd emaknya,bila saja dia dapat menangkap salah sorang drp rakannya.Dan emaknya akan terburu2 mengejar budak yg ditangkap oleh anaknya itu.Mcm tu la khidupan mereka seharian..

Namun pd satu hari,tentera Jepun mendapat tahu ada satu kumpulan gerila sedang bersembunyi dibangunan terbiar tempat Yanti dan rakan2nya bermain.Untuk mengelakkan kumpulan gerila drp menggunakan bangunan tersebut sebagai tmpt persembunyian mereka..tentera Jepun telah diarahkan utk membakar seluruh bangunan tersebut.Lebih malang lagi,semasa tentera jepun membakar bangunan tersebut..yanti dan ibunya masih lagi berada didlm bangunan..dan dlm ketakutan.Mereka berdua telah terkorban dlm kebakar yg diakibatkan oleh kecuaian tentera Jepun itu sendiri.

Setelah 56 tahun Malaysia merdeka,bangunan terbiar itu telah berjaya dibaik pulih dan dijadikan sebagai asrama lelaki.Roslan merupakan sorang pelajar baru yg berasal dari Sarawak dan telah ditempatkan kebilik B207.Setibanya dia disana,dia berkenalan dengan 3 org roomatenya iaitu Kudin,Ramly dan juga Hasim.Pd mlm pertamanya Roslan akan memerhatikan gelagat Kudin ,Ramly dan Hasim spt org yg tergesa2 utk mandi serta mencuci pakaian.Bila mereka selesai sahaja mandi,Roslan pun bertanya perihal 'kegesaan' mereka.Kudin merupakan sorang pelajar senior antara mereka bertiga dan dia lebih arif tentang kehidupan hostel tempat mereka tinggal.

Kalau ko nak tau,semua budak2 kat sini akan mandi,cuci pakaian ,kencing ke hapa ke sebelum jam 11mlm."terang Kudin bersungguh2.Eh!kenapa pula tak boleh mandi lepas jam 11mlm?"kata Roslan meminta kepastian."Boleh tu mmg boleh,tapi ko kena beranila"jawab Kudin.Berani??kata Roslan.Yala berani dan kuat semangat"kata Kudin lagi.Pernah dah terjadi,ada sorang senior ni..tak tahan nak pegi ketandas..waktu tu jam tepat2 pd pukul 11mlm.Bila dia nak kluar dr pintu bilik je..dia terdengar bunyi suara budak perempuan"Mak,orang ni tak tidur lagi"sambung Kudin balik."Lepas tu apa jadi"ujar Ramly."Senior tu terus pengsan apabila ternampak wajah wanita yg rentung seperti terbakar."sambung Kudin balik.Jadi kalau tak nak 'terjumpa' dgn wanita dan anaknya itu,kalau ko nak guna tandas tu..cepat2 la sebelum pukul 11mlm"jelas Kudin.Roslan,Ramly dan hasim mengangguk tanda bersetuju.

Pada mlm berikutnya,mereka berempat akan mandi dan cuci pakaian sepuas2nya sebelum pukul 11mlm.Namun begitu,pada mlm itu perut Roslan memulas2 spt ada yg tidak kena.Dia melihat jam ditangan..jam mennunjukkan hampir pukul 11mlm.Ah!tidak boleh jadi ni"kata hati Roslan.Dia pun melihat Ramly dan Hasim yg sedang tidur dgn nyenyaknya.takkan aku nak bangunkan mereka pula"kata Roslan lagi.Baik aku bangunkan Kudin"fikir Roslan.Bila dia nak bangun tuk bangunkan Kudin,dia ternampak satu susuk tubuh sedang berdiri didepan pintu.Hish sapa pula yg tercegat kat pintu tu"kata Roslan.Bila diamati lma2,baru dia sedar susuk tubuh itu kepunyaan sorang perempuan.

Ha hantu perempuan!!"jerit hati Roslan.Dia terus baring semula dan menutup mukanya dengan kain selimut.Dia dpt mendengar dgn jelas spt ada benda yg diseret berjalan ddlm bilik mereka.Makin lama bunyi itu semakin jelas.Roslan cuba tuk membaca semula ayat2 al-quran yg dihafalnya untuk mengembalihkan semangatnya semula.Tetapi semua cubaannya sia2,kerna rupa2nya dia mmg tidak menghafal satu apa pun ayat2 al-quran.30 minit tlh berlalu,dia dpt mrasakan katilnya bergoyang spt ada benda yg sedang naik dia atas katilnya.Dia dpt merasakan kakinya spt dipegang oleh sepasang tangan yg kecil.Bila dia buat tidak tau..kakinya digoncang2kan dan terhulur kluar sdkit dr katil.Hish sapa pula pegang kaki aku ni.Dia pun membuka sedikit kain selimutnya dan ternampak..lembaga sorang budak perempuan memaut dan bergayut2 dikakinya.Dia dpt menghidu dgn jelas bau hangit spt bau rentung.

Mak!sini-sini orang ni tak tidur lagi"kata budak perempuan itu.Dgn sepantas kilat lembaga perempuan telah berada didepannya dan merenung Roslan spt hendak membahamnya.
Keesokan harinya Kudin,Ramly dan Hasim telah menjumpai Roslan yg sedang duduk ditepi katil dengan mulut yg berbuih spt orang yg hilang akal.

Sehingga sekarang roh wanita dan anak perempuannya masih lagi merayau2 dihostel tersebut.Dan jgn terkejut bila tepat jam 11mlm..korang akan mendengar "Mak!Orang ni tak tidur lagi..dia sedang baca cerita ni"........ 


Sumber
Kisah Seram - Lambaian kain itu…….

Kisah Seram - Lambaian kain itu…….

Lambaian kain itu……. by Aniq Ibrahim

Kawasan pasir putih,Tutong…?Tantu sudah ramai yang tau right? :) Ada one kejadian pelik that happened to me semalam..Hmmm..inda pulang seberapa usulnya kejadian atu..But kalau difikir-fikirkan…….
Semalam atu, Aniq akhir sedikit balik kampung..awal atu ganya angin kuat saja..Luan-luan kuat bunyinya..Inda batah Aniq keluar simpang basar kan ke highway, Allahuakhbar..Ujan taya!Makin labat tah ujan ani jua udahnya menuju Tutong atu..Paling labat tah ujan atu masa di Highway Tutong!Sampai terpaksa Aniq pakai emergency light bah, luan-luan kabur pandangan!ahalai….sudah tah tepaksa balik sorang-sorang…hehe
Alhamdulillah sampai masuk kawasan Sengkarai, inda jua labat ujan atu lagi…Sampaitah Aniq dakat kawasan pasir putih….Di sini tah apa yang inda menyanangkan hati ani berlaku…
It happened arah tampat yang mcm menuruni bukit atu tu..Tapi inda lah drastik sangat!Apa yang Aniq nampak atu, was mcm kain halusssssss usulnya…how to explain ah?emmm mcm lebarrrr tapi nipis….mcm grey jua..putih jua…trabang saja…sepintas lalu..haishhhh!Kain atu seolah-olah melintas, melambai-lambat lembut di dapan Aniq!
Allahuakhbar!Bukannya membari takut sangat pulang..tapi apanah????Macam kana pukau bah rasa Aniq taim atu!Macam di awang-awangan bah asanya!Emmm tau kan cemana usul if kitani angan-angan?HA!Mcm urang BLUR!
Yang calinya mampu Aniq masih drive ni…ganya fikiran atu melayang…melayang macam selembut lambaian kain tadi atu melayang…Dalam rasa mcm kana pukau atu, ingat jua Aniq apa yang berlaku masa atu…Aniq kana bisikkan…..
“Eh lapaskan tia (stereng)..bukan jua banar ni…kau bemimpi saja ni..mimpi inda apa-apa ni..lapaskan tia…,” bisikan atu berkata!
Allahuakhbar…Subahanallah!!Cubaan apa lagi ni???Mcm angan-angan bah Aniq tuuu ulihnyaaaa….kan mendangar bisikan atu!Ia menyuruh Aniq melapaskan stereng kerita ah!Aniq jua driving!Menuruni bukit lagi tu!Kan dilapaskan kali stereng kerita ani???
“Lapaskan tiaaa…..kau bermimpi ni…lapaskan….,” katanya lagi!Taim atu bukan saja fikiran yang mcm tekunci, mulut ani pun tekunci!Badan, tangan ani apa longlai rasanya, lamah banar!And yes, kuat rasanya kan melapaskan stereng ah!
Pun cematu, Alhamdulillah..Walaupun mcm angan-angan, mcm kana pukau, Aniq masih ada kesedaran sedikit!Lakas-lakas Aniq menyadarkan diri, menguatkan hati, “NIQ!BUKAN MIMPI NI NIQ!NYATA KAU DRIVING NIIIII!JANGAN KAU LAPASKAN NIQQQQQ!!”
Emmmbaaaahhhh mcm urg inda sintar tia pulang nah Aniq marahi diri sendiri..rasa kan menyadarkan diri ah!Aduh… :s
Untuk supaya Aniq inda lalai rasanya, Aniq call si Awang basar! “Wang, dangani ku daulu wang,” uja ku ah si Awang. “Eh dangani apa??Ujan ni!” aduh si Awang ani awal sudah ada bunyinya kan malas!
“Dangani ku betalipaun bah wang..hehe ketakutan ku ni wang..aku dribing niii..ada yang berlaku dalam perjalananku tadi wang..” Inda ku membaritau si Awang Basar ani apa perkaranya..tapi Alhamdulillah faham taya jua..
Akhirnya walau dalam ketakutan, and sipuntah sudah kana ‘dangani’, Alhamdulillah Aniq sampai ke umah…Bis mama ani, menagurkan ni jua muha Aniq pucat memucat ah..tapi inda Aniq ceitakan ah bisdia..ehe..
Kitani ani, walau dalam keadaan apa sekalipun, walau tah teluan takut and kajar-kajar, sedikit sebanyak kekuatan yang kitani ada, gunakan tia sebaik mungkin!Jangan biarkan diri kitani berfikir, eh alang-alang sedikit ganya ani!Sebab, dari kekuatan yang hanya sedikit atu tah bulih menjadi banyak!Bulih menulung kitani walau dalam keadaan kitani darurat…InsyaAllah…
Paling penting, mudahan tah jua kitani inda gugur dek hasutan dan bisikan iblis dan syaitan laknatuallah!Allahuakhbar!
This happened to me last night…Sesiapapun inda dipaksa sama ada kan picaya ataupun inda..Terpulang kepada individu atu sendiri untuk menilai :)))) *peace eberibadeh!*


Sumber
Bapak ku - Kisah Seram

Bapak ku - Kisah Seram

Cerita Seram Bapak ku
Minggu lalu diceritain bapakku ttg ini.

Kisahnya jaman dulu bgt, sekitar thn 70an, aku blm lahir. Ceritanya bapakku masih bujang, dari desa di malang selatan hijrah ke kota malang.

Siang hari bpk jd mandor di pabrik sendal en kos di dekat pabrik. Tepaytnya di belakang gereja belanda di kawasan Celaket kota malang. Gereja itu smpe skrg masih ada, sebagian lahannya dibuat tk,sd,smp,smk,sma katholik tertkenal di malang.

Nah yg punya tmpat kos itu pegawe di gereja itu. Karena satpam yg jaga malam abis resign, bapakku ditawarin jaga malam, lumayan bwt tmbah2 jajan.

Bapakku mau dan dimulailah jaga bangunan yg super gede itu sendirian! Bangunannya tinggi gede model belanda. En waktu itu beberapa suster dan romo jg ada yg belanda asli.

Malam itu bapakku udah ngantuk bgt katanya, maklum g pernah jaga malem. Rencananya mau tidur aja karena udah jam 2 pagi. Sebelum tidur dia pastikan pintu gerbang yg misahin gereja ma asrama suster udah terkunci.

Pas mau ngecek gembok, eh ada suster belanda lewat. Diikutin ma bapak, mksudnya biar bs bukain gerbang en sekalian ngunci.

Diikutinlah suster itu dr belakang, tp dasar sustet belanda jalannya kenceng banget, pikir bapak. Pas udah mentok di gerbang, eh susternya udah g kelihatan. Bpk cpt2 priksa gembok, terkunci! Tolah toleh cm ada pohon cemara tinggi2. Nah lo kemana si suster yah…

Agak merinding bapak kembali ke posnya.

Hari kedua jaga, bapak udah gak enak aja perasaannya. Pas udah lewat tengah malam, bpk mulai keliling lg utk memastikan keadaan aman. Dan mmg aman gak ada apa2, bpk pun mutusin tidur krn besok harus ke pabrik.

Baru tidur2 ayam, eh ada yg bangunin. Ternyata si romo belanda. Badan bapak digoyang2 dan dibilang suruh ngecek pager tengah. Bpk pun bergegas ngikutin romo ke bangunan tengah, tmpat ktemu suster semalem. Disitu ternyata bener gembok terbuka, pdhal seingat bpk sih udah dikunci tadi. Setelah ngunci bpk nyari romo yang tadi. Eh, dia udah ilang aja. Merinding lg bapakku dan bergegas balik ke pos depan.

Malam ketiga bapak udah bete aja. Bpk yakin yg dia lihat dua malam sebelumnya adaah hantu. bapak yakin krn halaman belakng gereja itu, tmpat suster en romo ngilang mmg kuburan jaman belanda bwt suster en romo di masa lalu.

Pas lewat tengah malam bapak keliling lagi mutetrin area gereja. Tiba2 ada suara anjing menggeram. Pas ditoleh ada anjing guede. Bapakku emang takut anjing, smpe sekrang malah. Bapak udah mepek tembok, dibelakangnya udah batu nisan kuburan suster, si anjing menyalak keras month nerkam bapak.

Bapak udah hElpless bgt. Dia pikir dia psti mati malam itu diterkam anjing. Bpk pikir itu anjing punya romo yg biasa nemenin romo jalan2, tp gak tau kok bisa lepas malam2.

Bpk udah merem aja en pasrah hidupnya berakhir malam itu. Saat itu si anjing menyalak keras en melompat ke arah bapak..

Sekejap hening, bapak g tau apa yg terjadi. Bapak terjengkang di atas nisan en anjing itu raib!

Paginya, bapak nemuin yg punya kos en blg gk sanggup lg jaga malam. Bpk ceritain semua kejadian 3 malam berturut2 kemaren.

Usut pnya usut mmg Ada anjing romo jaman belanda dulu yg jg dikubur di area makam suster di bagian belakang gereja itu.

Fyi, smpe sekarang jalan kampung yg letaknya di blkang gereja itu msih serem kalo malem. Mana lampu minim bgt… Dan makam kuno itu jg msh ada, tertutup tembok tinggi gereja dan rimbun pohon cemara.

Sumber
Serupa Tapi Bukan Saya - Kisah Seram

Serupa Tapi Bukan Saya - Kisah Seram

Kisah saya bermula pada hari Isnin tanggal 23hb Ogos 2012. Saya telah mengambil cuti untuk bersama2 anak-anak, kebetulan seorang teman saya telah meminjamkan keretanya pada saya untuk membawa anak-anak keluar.
Selesai berbuka, saya menunaikan solat dan rehat seketika. Dalam fikiran ini berkata, "Mana nak bawa anak saya yang bongsu (berusia 2 tahun) ini keluar?" Dalam saya terpinga-pinga. Teringat pula pada anak perempuan saya yang sedang bertugas di Kallang Leisure Park. Saya menghubunginya dan tanya jam berapa dia pulang? Dia jawab jam 9 malam, lalu saya pun berkata padanya saya akan mengambilnya pulang dan tunggu sahaja.

Untuk dipendekkan cerita, saya bersama kedua anak saya pulang jam 1.30pagi. Sambil memandu sambil mendengar radio. Setibanya di rumah, saya terus membawa anak bongsu saya membersihkan diri sebelum tidur.


Semasa di dalam kamar sekitar jam dua pagi, saya terdengar ibu saya berkata sesuatu, "Nantilah Ibu bangun, kaki ini sakit sangatlah. Nanti cuba kejutkan ibu dalam jam 2.30pagi." Saya mejadi curiga dengan siapa dia berbual. Kalau dengan ayah saya tak mungkin dia menggelarkan dirinya Ibu. Saya keluar dan dapati ibu saya sedang tidur. Untuk pengetahuan semua, ibu dan ayah saya tidur di ruang tamu (mereka suka). Saya terus masuk ke kamar dan tutup pintu terus tidur.

Keesokan harinya saya bertanya pada ibu dengan siapa dia berbual semalam. "Eh! Dengan L (Samaran)lah siapa lagi?" "Ibu, saya tak berbual dengan ibu semalam, semalam saya pulang, saya terus masuk kamar". Lalu ibu berkata, "Kan tadi L yang kejut Ibu suruh bangun... Ibu suruhlah kejut 2.30, bukan L ke yang kejut Ibu?" "Tak Ibu saya tak kejut Ibu". "Jadi siapa yang kejut Ibu, suaranya sama macam L. Itulah Ibu ingatkan L."

sebenarnya bukan sekali ini ibu saya sering dikenakan. Sudah acapkali. Cuma yang peliknya semua berlaku sebelum saya pulang dan menyerupai saya. Sebenarnya ada lagi yang ingin saya kongsi bersama pendengar. Buat masa ini, ini sahajalah yang dapat saya ceritakan. Serupa tapi bukan saya.